Bandar Lampung (Lampost.co)—Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Lampung menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) tahun 2026 di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (31/1/2026). Pertemuan strategis ini berfokus pada penguatan pembinaan atlet guna menghadapi kalender kejuaraan nasional hingga internasional.
Ketua Umum PJSI Lampung, Kompol Sukamso, memimpin langsung rakerprov dengan peserta delegasi dari tujuh pengurus kabupaten/kota. Selain merumuskan program kerja tahun berjalan, forum ini menjadi ajang evaluasi menyeluruh terhadap capaian pembinaan atlet. Kemudian, efektivitas kepengurusan di tingkat daerah sepanjang tahun sebelumnya.
Kompol Sukamso menegaskan tahun 2026 merupakan fase krusial bagi ekosistem judo di Lampung. Menurutnya, para atlet akan menghadapi agenda padat, mulai dari kompetisi tingkat daerah hingga ajang bergengsi mancanegara seperti Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Jepang pada akhir tahun.
“Kami akan menghadapi tantangan di tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Untuk level daerah, akhir tahun ini akan berlangsung Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang melibatkan langsung rekan-rekan pengurus kabupaten/kota. Itulah alasan utama mengapa rakerprov ini menjadi sangat vital,” ujar Sukamso.
Indikator Keberhasilan Pembinaan
Sukamso menambahkan performa tahun 2026 akan menjadi indikator keberhasilan pembinaan sebelumnya. Ia menekankan agar terus meningkatkan tren positif tahun lalu.
Sedangkan kekurangan yang ada, dia meminta segera ada perbaikan agar tidak menghambat regenerasi atlet. PJSI Lampung juga tengah memperketat validasi data atlet dan perangkat teknis pertandingan untuk menyesuaikan dengan regulasi terbaru judo nasional dan internasional.
Selain aspek teknis pertandingan, peningkatan kualitas pelatih dan sumber daya manusia menjadi prioritas utama. PJSI Lampung berkomitmen menjaga kesinambungan prestasi dengan tetap memperhatikan masa depan pendidikan para atlet, baik kategori junior maupun senior.
Di sisi lain, Ketua Bidang Organisasi KONI Lampung, Sri Sulastuti, memberikan apresiasi atas terselenggaranya rakerprov ini. Ia menilai forum tersebut sebagai langkah realistis untuk menyusun strategi yang terukur dalam memajukan olahraga bela diri tersebut di Bumi Ruwa Jurai.
“Rapat kerja ini bukan sekadar formalitas perencanaan kegiatan, melainkan ruang evaluasi untuk memastikan program yang tersusun benar-benar dapat terimplementasi di lapangan,” kata Sri Sulastuti.
Ia berharap PJSI Lampung terus menjaga komitmen profesionalisme dalam pembinaan agar tahun 2026 benar-benar menjadi momentum kebangkitan judo Lampung di kancah nasional maupun internasional.








