Kotabumi (lampost.co)-Hembusan angin semilir disertai deruan riak air menabuh dedaunan dan rumput ilalang yang berjajar membelah jalan di Desa Subik, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.
Senyum Hadi Prayitno terkembang, ketika pandangannya fokus ke jalanan Desa Subik, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, yang kini membentang ke desanya. Jalanan itu begitu nyata, membuat mimpi-mimpinya masa depan yang lebih haik. Hasil kebun juga pertanian akan terangkut, dan petani bisa mendapatkan hasil panenya lebih cepat dari biasanya.
Ditatapnya jalanan itu hingga jauh ke ujung. Kali ini senyumnya jauh lebih lebar. Namun tetiba senyum itu menghilang, bibirnya terkatup ketika ingatannya kembali diterbangkan ke masa sebelum Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 Kodim 0412/LU datang ke desanya.
Jalanan ini awalnya hanyalah jalan setapak, berupa tanah merah diselingi semak belukar disisi kiri kanannya. Kondisi itulah yang membuat masyarakat petani mayoritas, yang tinggal di desa terpencil ini sudah tidak bergairah. dan tak sedikit menelantarkan kebunnya.
Warga banyak beralih ke profesi yang lebih menjanjikan, seperti kuli bangunan ataupun buruh serabutan. Bahkan ada yang sampai memilih menganggur, daripada mengerjakan pekerjaan di kebun seperti biasa di kebunnya.
Semisal kopi, karet, sawit serta banyak tanaman perkebunan ditanam petani di daerah paling ujung di Kecamatan Abung Tengah itu.
“Terima kasih Pak TNI,” ucapnya.
Ada butiran bening di pojok katanya berusaha ditahan agar tidak sampai jatuh. Kembali ditatapnya jalanan itu.
Jalan sepanjang 2.000 meter dan lebar 7 meter yang telah tuntas dikerjakan oleh para prajurit TNI dan masyarakat dengan bergotong royong. Jalan yang siap membentangkan harapan warga di desanya, Subik.
Prayitno yang merangkap Kepala Dusun itu terus menatap lurus jalanan itu, pandanganya enggan teralih. Rasa takjub tak bisa terbendung. Hingga tanpa disadari ada tangan menepuk pundaknya dengan lembut.
“Semangat ya Pak, jalannya sudah bagus” ujar pria berbaju loreng.
Sigap Prayitno menoleh, diarahkannya pandangan tajam seakan tidak percaya. Letkol Inf. Hery Eko Prabowo, Dansatgas TMMD ke-123 Kodim 0412/Lampura ada di dekatnya.
“Jalannya sudah bagus semangat untuk bekerja. Biar apa yang kita bangun tidak sia-sia belaka,” ungkap Dandim 0412/ Lampura itu memberi motivasi”
“Siap Pak Komandan. Terima kasih banyak telah membangun desa ini,” balas Prayitno sambil berpamitan meninggalkan pria dengan dua melati di pundak.
Letkol Inf. Hery Eko Prabowo bersama Komandan Satuan Tugas (Dan SSK) Lettu Inf. Sugiono lalu berjalan pelan menyusuri jalanan. Sesekali berhenti, demi memastikan semua telah dikerjakan dengan baik.
Yakni pembukaan jalan sepanjang 2.000 meter di Desa Subik, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara.
Sasaran Pembukaan Jalan
Pembukaan jalan sepanjang yang menjadi asa masyarakat Desa Subik. Meski, untuk menyelesaikan butuh kerja keras.
Personel Satgas TMMD 123 dari TNI Polri dibantu warga setempat berjibaku menyelesaikan pengerjaan jalan selama pelaksanaan TMMD ke-123 diawali dari pembukaan sampai dengan penutupan TMMD
Rasa bangga kian meraja, menyadari medan yang berat mampu mereka patahkan. Bayangkan, lokasi sasaran saat hujan yang tiba-tiba datang, membuat Satgas harus rela lembur demi menyelesaikan target pekerjaan.
“Jika hujan datang, kita berhenti untuk berteduh. Hanya saja agar target sesuai harapan, kita harus lembur. Itu semua agar jalan selesai tepat waktu sebelum penutupan,” ungkap Lettu Inf. Sugiono yang langsung disambut dengan acungan dua jempol.
Senyuman Dansatgas melebar ketika teringat masa berat itu. Apalagi ketika hasil kerja bersama ini mendapat apresiasi positif dari para pemangku kepentingan. “Kerja yang bagus, lanjutkan,” puji Kasiter Kasrem 043 Lampung/Gatam, Kol Inf. Jaka Sutanta Kasiter Kasrem 043/Gatam sambil menepuk pundak Dansatgas yang tertempel dua melati.
“Jangan lupa, melalui TMMD kita bisa meningkatkan semangat kebersamaan, persatuan dan kerja sama. Guna membangun fasilitas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, khususnya akselerasi jalan bagi peningkatan perekonomian,” tambahnya.
Selain itu, melalui TMMD 123 juga menjadi momentum seluruh elemen masyarakat dapat terus meningkatkan kersamaan, dengan jalan bahu-membahu dalam mewujudkan percepatan pembangunan desa.
Sasaran Fisik dan Non Fisik
Kebersamaan pula yang membuat semua pengerjaan sasaran menjadi mudah. Selain pembukan jalan sepanjang 2000 meter akhirnya tuntas, sasaran fisik lainnya, yakni pembangunan gorong-gorong di 4 titik, Talud 95 m dan Drainase 80 m serta rehab tempat wudhu, pembuatan MCK, pemasangan keramik dan pengecatan Mushola Al-Ikhlas pun terselesaikan.
Kebahagiannyapun semakin bertambah, menyusul sasaran kegiatan Non fisik berupa Baksos pemberian Sembako 50 paket, pengobatan gratis, sunatan massal, penyuluhan berkaitan dengan Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Paham Radikalisme, Pola Hidup Bersih dan Sehat, Kamtibmas, Bahaya Narkoba, Indeks Pertanaman Pajale, KB dengan Posyandu dan Posbindu serta Percepatan Penurunan Stunting. Lalu, Penyuluhan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM, Bumdes, Pelayanan Publik dan Kependudukan, UU Perkawinan, Hukum, Permasalahan Sosial dalam masyarakat, Pemeliharaan DAS mendapat antusias warganya.
“Selain pembangunan fisik, program nonfisik seperti penyuluhan di bidang kesehatan, pertanian diberikan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain tentunya dengan penyuluhan yang kami berikan akan memberikan pengetahuan baru bagi warga, dan diharapkan dapat berdampak positif bagi kemajuan Desa Subik,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Dandim 0412/Lampura.
Sasaran Program Unggulan Kasad
Selain sasaran fisik dan non fisik, sasaran tambahan yang merupakan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga tertuntaskan di TMMD ke-123 TA. 2025
Program itu diantaranya, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) 2 unit, pembuatan sumur bor 5 titik, dan ketahanan pangan berupa pembuatan kolam ikan dan penanaman padi, penanaman 200 pohon, pemberian paket nutrisi stunting 100 orang, pembersihan Pasar Subik, pembersihan Sungai Way Kulur.
Kepala Desa Subik, Yahya Pranoto, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya program TMMD di desa yang dipimpinnya itu.”Kami sangat bersyukur karena hasil kebun akan lebih mudah dikeluarkan dari lokasi serta memudahkan mobilisasi warga yang akan ke lokasi kebunnya dengan adanya pembukaan jalan baru ini. Selain itu, pembangunan RTLH menjadi rumah layak huni, sumur bor, pembangunan kolam ikan dan rehab mushola juga sangat membantu, “ujarnya.
Dengan semua yang telah terbangun, Bupati Lampura, Dr. Hamartoni Ahadis mengajak kepada pemerintah daerah, desa dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga dan merawat jalan itu dengan baik agar dapat lebih berdaya guna maupun manfaat yang dirasakan ke depan serta dapat berdampak dalam peningkatan perekonomian di Kabupaten berjuluk Ragem Tunas Lampung (Ratula) itu.
“Program TMMD ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama para petani maupun warga yang berkebun. Pembangunan jalan sentra produksi akan mempermudah akses distribusi hasil baik perkebunan maupun pertanian, dan secara langsung meningkatkan perekonomian masyarakat. Kemanunggalan TNI masuk desa ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di desa-desa terpencil terus digalakkan, sehingga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal,” ujarnya.

TMMD Mempercepat Pembangunan
Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) yang dipimpin PJO TMMD, Irlog Itben Itjenad, Brigjen TNI Joko Prianto mengungkapkan hal serupa. “Pembangunannya sudah bagus, kualitas juga sesuai dengan diprogramkan dan diharapkan pengerjaan tepat waktu. Selanjutnya semua yang sudah dibangun ini dijaga, sehingga ekonomi terus bergerak kesejahteraanpun akan terwujud,” ujarnya dalam kunjungannya beberapa waktu lalu.
Sebab, menurutnya keberadaan TMMD mampu memberikan kontribusi terhadap percepatan pembangunan melalui pemberdayaan ekonomi di daerah. Demi meningkatkan taraf hidup masyarakat, menurunkan kemiskinan, serta menempatkan desa sebagai subjek pembangunan.
“TMMD bukan semata-mata membangun sarana fisik bagi masyarakat, melainkan juga menumbuhkan semangat percaya diri agar mampu mengelola potensi menuju desa yang mandiri,” tegasnya.
Namun satu yang perlu ditekankan dalam jiwa, bahwa TMMD adalah bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pembangunan di wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau.
Dan TMMD sebagai program lintas sektoral yang melibatkan TNI, lembaga pemerintah daerah, serta segenap lapisan masyarakat. Yang merupakan salah satu langkah nyata guna mengatasi berbagai permasalahan, seperti akses jalan transportasi yang belum ada atau belum layak. Juga membantu penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.
“Jadikanlah TMMD ke-123 itu sebagai momentum untuk semakin meningkatkan sinergi, menggugah kesadaran bersama untuk selalu menghidupkan budaya gotong royong, mempererat tali persaudaraan, merajut kebersamaan dan persatuan, meningkatkan karya, inovasi dan prestasi, untuk membangun daerah,” ucapnya.
Dan keberadaan baik sasaran fisik, nonfisik, juga sasaran tambahan yang merupakan program unggulan kasad menjadikan masyarakat di Desa Subik dan sekitarnya merasakan adanya pemerataan pembangunan.
Meningkatkan Taraf Hidup
Dan khusus untuk jalan, akan membuat petani maupun warga yang berkebun kembali bergairah. Harapan akan kesejahteraan pun kembali memenuhi benak mereka. Karena akses terbuka, semakin memudahkan masyarakat dalam menjual hasil perkebunan sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat dan sekitarnya.
Meningkatkan taraf hidup warganya Sejatinya, harapan terbesar itulah dari program TMMD ke-123 berlokasi di Desa Subik dapat dirasakan manfaatnya bagi warga sekitar baik dari aspek sasaran fisik dan Non fisik. Selain itu bukti nyata TNI hadir di tengah masyarakat untuk mengatasi kesulitan masyarakat dan wujud terbina serta terpeliharanya Kemanunggalan TNI Rakyat. Bravo TNI…semoga TNI selalu dicintai dan dibanggakan rakyat.