Polisi Didorong Putus Jaringan Curanmor

Penanganan kasus curanmor membutuhkan langkah menyeluruh, mulai dari penegakan hukum hingga penguatan pengamanan masyarakat.

Editor Lulu, Penulis Asrul Septian Malik
Jumat, 22 Mei 2026 21.20 WIB
Polisi Didorong Putus Jaringan Curanmor
Akademisi Hukum Universitas Lampung (Unila), Muhammad Havez. (Dok. Lampost.co)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Akademisi Hukum Universitas Lampung (Unila), Muhammad Havez, menilai penanganan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) harus secara menyeluruh hingga jaringan pelaku. Penegakan hukum saja belum cukup menekan angka kejahatan tersebut.

Poin Penting:

  • Akademisi menilai curanmor melibatkan jaringan terorganisasi.

  • Polisi untuk membongkar penadah kendaraan curian.

  • Penggunaan kunci ganda dinilai efektif mencegah pencurian.

Menurut Havez, kasus pencurian sepeda motor yang terus muncul menunjukkan adanya pola kejahatan terorganisasi. Karena itu, aparat kepolisian perlu mendalami jaringan pelaku hingga ke penadah kendaraan curian atau jaringan curanmor.

Ia mengatakan polisi tidak cukup hanya menangkap pelaku di lapangan. Aparat juga perlu membongkar jalur distribusi kendaraan hasil curian. “Penegakan hukum harus secara menyeluruh. Polisi perlu mendalami jaringan dan distribusi kendaraan curian,” kata Havez, Jumat, 22 Mei 2026.

Baca juga: Rekan Pelaku Curanmor di Sukarame Diburu Polisi

Havez menilai pemutusan rantai kejahatan menjadi langkah penting dalam menekan kasus curanmor. Jika mampu membongkar jaringan penadah, ruang gerak pelaku akan semakin sempit.

Selain penindakan hukum, ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pengamanan masyarakat. Menurut dia, langkah pencegahan harus berjalan bersamaan dengan penegakan hukum.

Dia juga menjelaskan masyarakat perlu meningkatkan kesadaran terhadap keamanan kendaraan pribadi. Penggunaan kunci ganda dinilai efektif mengurangi risiko pencurian sepeda motor.

Ia juga meminta warga memilih lokasi parkir yang aman dan mudah mengawasinya. Langkah sederhana tersebut mampu memperkecil peluang aksi kriminal.

Pengawasan Lingkungan

Selain itu, memperkuat pengawasan lingkungan melalui keterlibatan masyarakat sekitar. Warga untuk lebih peduli terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungannya. “Pencegahan kejahatan memerlukan partisipasi publik. Kesadaran masyarakat sangat penting mendukung tugas kepolisian,” ujarnya.

Havez menilai kolaborasi antara masyarakat dan aparat menjadi faktor utama dalam menekan tindak kriminalitas. Respons cepat warga dapat membantu aparat mengungkap kasus lebih cepat.

Ia juga mendorong kepolisian memanfaatkan teknologi digital dalam mengungkap kasus curanmor. Teknologi mampu mempercepat pelacakan pelaku dan barang curian.

Menurut dia, polisi dapat memanfaatkan kamera pengawas atau CCTV untuk menelusuri pergerakan pelaku. Aparat juga perlu memantau transaksi kendaraan ilegal di media sosial.

Pemanfaatan teknologi digital penting karena pola kejahatan terus berkembang. Pelaku kini memanfaatkan media daring untuk menjual kendaraan hasil curian.

Karena itu, perlu juga memperkuat pengawasan siber agar jalur penjualan kendaraan ilegal dapat terdeteksi lebih cepat. Langkah tersebut juga membantu mengidentifikasi jaringan pelaku.

Havez berharap aparat terus meningkatkan koordinasi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia menilai keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga seluruh warga.

Kasus curanmor masih menjadi perhatian di sejumlah daerah, termasuk Bandar Lampung. Karena itu, edukasi dan pengawasan lingkungan harus berkelanjutan.

Upaya pencegahan yang konsisten mampu menekan angka pencurian kendaraan bermotor. Dengan kerja sama yang kuat, masyarakat dan aparat dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI