#beacukai#lampung

Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Penindakan Senilai Rp32, 4 Miliar

( kata)
Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Penindakan Senilai Rp32, 4 Miliar
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Kepala Kantor Bea Cukai Bandar Lampung, Esti Wiyandari bersama kepala instansi terkait lainnya memusnahkan rokok, minuman keras, dan lainnya. Lampost.co/MTVL/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bandar Lampung, memusnahkan barang bukti hasil penindakan berupa rokok, minuman keras, dan sex toy serta barang bukti lainnya senilai Rp32,4 miliar dengan kerugian negara Rp21,3 miliar.

Kepala Kantor Bea Cukai Bandar Lampung, Esti Wiyandari menjelaskan pemusnahan barang bukti hasil penindakan ini, merupakan penindakan sejak Juli 2020 hingga Mei 2021 senilai Rp32,4 miliar.

"Barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan hasil pemeriksaan dari luar negeri melalui Pelabuhan Panjang dan kantor pos," ujarnya usai pemusnahan di Pelabuhan Panjang, Selasa, 28 September 2021.

Esti juga menjelaskan sebanyak 29,6 juta batang rokok merupakan hasil penindakan dalam negeri. Pemusnahan jutaan batang rokok ini dengan jumlah terbesar selama tahun 2021.

"Jadi, untuk seluruh barang bukti yang dimusnahkan hari ini, dengan total nilai barang sebesar Rp32, 4 miliar," terangnya.

Baca juga: Bea Cukai Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp6 Miliaran

Menurut Esti, rokok dan minuman keras hasil dari operasi penindakan oleh petugas dari sarana angkutan barang di Pelabuhan Panjang dan kantor pos.

"Barang-barang kami dapat dari bus penumpang, jasa angkutan barang atau ekspedisi serta toko-toko yang berada di wilayah Lampung," kata dia.

Sedangkan untuk barang impor, lanjut Esti, berupa sex toy, bibit benih tanaman, obat, majalah porno, serta barang lainnya merupakan barang impor yang pemasukkannya wajib memiliki perizinan impor dari instansi teknis terkait.

"Barang-barang yang dimusnahkan hari ini dapat merusak kegiatan perdagangan dalam negeri apabila sampai beredar di masyarakat," ungkapnya.

Ia memaparkan dalam satu tahun pihaknya berhasil melakukan penindakan barang impor dan cukai sebanyak 173 kali dengan estimasi potensi kerugian negara sebesar Rp57,3 miliar.

Baca juga: Bea Cukai Musnahkan Miras dan Rokok Ilegal Senilai Rp11,3 Miliar

Selain itu, pihaknya juga telah menindaklanjuti perkara sesuai kategori pelanggaran baik sanksi administrasi maupun sanksi pidana melalui proses penyidikan.

"Sementara dari segi penerimaan negara, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandar Lampung telah menghimpun penerimaan per tanggal 31 Agustus sebesar Rp1,3 Triliun atau mencapai 331,96 persen dari target yang diberikan negara sebesar Rp415,9 Miliar," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi dan berharap penindakan yang dilakukan Bea Cukai dapat dukungan dari masyarakat. Menurutnya, peredaran barang-barang ilegal ini menyasar segmen pasar masyarakat. 

"Semoga pendistribusian barang dari pihak yang tidak bertanggung jawab ini bisa dilakukan tindakan tegas. Maka itu, diperlukannya peran serta masyarakat," jelasnya.

Arinal mengungkapkan pihaknya akan memberikan solusi pihak Bea Cukai Lampung dalam penekanan barang ilegal dengan mengembangkan bidang teknologi informasi.

"Dalam waktu dekat ini, kami bersama Kanwil Bea Cukai akan mengembangkan IT yang fungsinya untuk mengetahui informasi barang seludupan yang akan masuk ke Lampung. Pengembangan teknologi informasi ini rencana diselesaikan awal tahun depan," tandasnya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar