#bank#umkm

Peran Bank dalam Permodalan UMKM Harus Ditingkatkan

( kata)
Peran Bank dalam Permodalan UMKM Harus Ditingkatkan
Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Lampung, Nairobi saat Talkshow Economic Corner Metro TV Lampung, Kamis, 3 Juni 2021. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Andil dunia perbankan dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) cukup penting. Bank merupakan lembaga yang bergerak pada jasa keuangan yang amat diperlukan bagi masyarakat dalam membantu penyediaan dana usaha atau permodalan.

Di sisi lain, UMKM merupakan entitas bisnis berskala kecil. Usaha ini dapat berjalan dalam pengelolaan perorangan, rumah tangga, atau suatu badan usaha resmi. Meski begitu, UMKM memiliki peran strategis sebagai instrumen penting perekonomian nasional.

UMKM bahkan mampu menyerap 90% lebih tenaga kerja di Indonesa. UMKM pun terbukti ‘kebal’ terhadap terpaan krisis. Persoalannya adalah tidak sedikit UMKM terkendala modal dalam mengembangkan bisnisnya.

Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Lampung, Nairobi mengatakan peran perbankan sangat tinggi dalam memberikan pendanaan kepada sektor UMKM. Kemudian juga diperlukan peranan pemerintah untuk membantu UMKM seperti memberi kredit usaha rakyat (KUR) stimulan dan lain sebagainya.

"Peran perbankan bisa memberikan kredit bagi UMKM. Tentunya dibantu juga dengan pemerintah," kata Nairobi dalam program Economic Corner yang tayang di Metro TV Lampung, Kamis, 3 Juni 2021.

Baca: Himbara Beri Ruang Sosialisasi Penyesuaian Biaya Transaksi ATM

 

Ia mengatakan perkembangan UMKM dan perbankan di Bumi Ruwa Jurai saat ini mengalami penurunan, khususnya untuk modal kerja dan kredit investasi. Meskipun, kredit untuk usaha kecil dan menengah masih cukup stabil.

Hal tersebut, menurut dia, menunjukkan masih bergeliatnya perbankan dalam perekonomian di bidang kredit. Hal itu karena ada dorongan pemerintah melalui program percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN). 

"Perlu perjuangan perbankan dan pemerintah agar kredit ini memberikan intensif-intensif untuk bergerak maju," katanya.

Agar dunia perbankan dan UMKM di Lampung bisa lebih ‘mesra’, sebaiknya peran pemerintah daerah melakukan pendampingan dalam kondisi sekarang ini untuk memberikan jalan keluar atau solusi.

Melalui pemasaran digitalisasi dan memberikan pengetahuan mengenai bisnis baru yang bisa dimasuki oleh UMKM. Pemerintah Provinsi Lampung dengan program Smart Village dan Desa Berjaya seharusnya bisa dioptimalkan agar ekonomi kerakyatan bisa hidup.

"Pemerintah harus membuat program kegiatan seperti pelatihan agar pelaku UMKM ini bisa hidup dan berkembang," katanya.

Ia juga mengatakan peranan Bank Indonesia (BI) sangat intens melakukan berbagai promosi. Penerapan QRIS di Lampung juga bisa memudahkan proses transaksi. Tetapi keterbatasan-keterbatasan yang ada di lapangan juga perlu dievaluasi dan diambil langkah yang cepat dalam menyelesaikan persoalan yang ada.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar