Trump Batal Serang Iran Mendadak, Teheran Langsung Sindir AS Plin-plan dan Tak Konsisten

Ia memastikan Iran siap mempertahankan wilayah dan kepentingan nasional dengan seluruh kemampuan militer yang dimiliki.

Editor Effran
Kamis, 21 Mei 2026 10.47 WIB
Trump Batal Serang Iran Mendadak, Teheran Langsung Sindir AS Plin-plan dan Tak Konsisten
Presiden AS Donald Trump (AFP)

Jakarta (Lampost.co) – Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mendadak membatalkan rencana serangan militer ke Teheran.

Keputusan mendadak itu langsung memicu reaksi keras dari Iran. Pemerintah Iran bahkan menyebut sikap Trump plin-plan dan tidak konsisten dalam menghadapi konflik Timur Tengah.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump sebelumnya berkali-kali memberi sinyal serangan besar terhadap Iran akibat mandeknya negosiasi kedua negara.

Donald Trump sempat mengumumkan rencana serangan militer besar terhadap Iran pada Selasa (19/5/2026). Namun, rencana tersebut mendadak berubah hanya beberapa jam sebelum operasi mulai.

Trump mengaku mendapat permintaan langsung dari Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Ketiga pemimpin Timur Tengah itu meminta Amerika Serikat memberi ruang bagi proses negosiasi.

 Trump Klaim Negosiasi Masih Berjalan

Melalui platform Truth Social, Trump menyebut negosiasi dengan Iran masih berlangsung serius. Ia percaya peluang kesepakatan damai masih terbuka lebar. “Negosiasi serius sedang berlangsung,” tulis Trump.

Ia juga menegaskan satu syarat utama dari Amerika Serikat tetap sama. “Tidak ada senjata nuklir untuk Iran,” tegasnya.

Trump kemudian memerintahkan Pentagon menghentikan rencana serangan sementara waktu. Meski begitu, militer Amerika Serikat tetap berada dalam posisi siaga penuh. Pernyataan Trump langsung mendapat respons keras dari Iran.

Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menilai langkah Presiden AS itu menunjukkan ketidakkonsistenan.

Menurutnya, Trump sengaja memainkan tekanan militer untuk memaksa Iran menyerah. Ia bahkan menyebut pendekatan Amerika Serikat sebagai sikap pengecut. “Trump menetapkan tenggat waktu serangan lalu membatalkannya sendiri,” kata Rezaei.

 Iran Klaim AS Akan Dipaksa Mundur

Rezaei menegaskan Iran tidak akan tunduk terhadap ancaman Washington. Ia mengklaim kekuatan militer Iran mampu memaksa Amerika Serikat mundur.

Pernyataan itu memperlihatkan ketegangan kedua negara masih berada di level tinggi. “Kekuatan militer Iran akan memaksa mereka menyerah,” ujarnya.

Ancaman lebih keras juga datang dari Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya. Ia memperingatkan Amerika Serikat dan sekutunya agar tidak melakukan kesalahan strategis.

Menurut Abdollahi, Iran akan memberikan respons cepat dan besar jika terjadi serangan baru. “Setiap agresi baru akan dibalas dengan kekuatan luar biasa,” tegasnya.

Ia memastikan Iran siap mempertahankan wilayah dan kepentingan nasional dengan seluruh kemampuan militer yang dimiliki.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI