Pertemuan dua tim sekota ini berjalan dalam tensi yang sangat tinggi, penuh intrik, keributan, dan hujan kartu dari pengadil lapangan.
Roma (Lampost.co)–Klub ibu kota Italia, AS Roma, sukses mengambil langkah raksasa menuju panggung kasta tertinggi kompetisi Eropa untuk musim depan. Melakoni laga sarat gengsi bertajuk Derby della Capitale kontra rival sekota mereka, Lazio, tim berjuluk Giallorossi tersebut berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0.
Pertandingan panas ini berlangsung di Stadio Olimpico, Roma, Minggu (17/5/2026). Laga terpaksa berlangsung siang hari demi mengantisipasi kekhawatiran pihak keamanan, sekaligus menghindari bentrok jadwal dengan babak final turnamen tenis Italian Open yang berlangsung di kompleks olahraga yang sama. Pertemuan dua tim sekota ini berjalan dalam tensi yang sangat tinggi, penuh intrik, keributan, dan hujan kartu dari pengadil lapangan.
Sejak peluit pertama berbunyi, AS Roma langsung tampil menghentak dan mengambil inisiatif serangan. Skuad Serigala Ibu Kota langsung menebar ancaman berbahaya melalui sundulan Bryan Cristante serta eksekusi tembakan jarak jauh Wesley Franca. Namun, barisan pertahanan Lazio masih tampil sigap untuk menghalau serangan awal tersebut.
Lazio yang bertindak sebagai tuan rumah pada laga itu sebenarnya sempat bersorak pada menit ke-29. Penyerang mereka, Boulaye Dia, sukses menyarangkan bola ke dalam jala gawang Roma setelah memanfaatkan kemelut.
Namun, kegembiraan publik Biancocelesti sirna seketika setelah wasit menganulir gol tersebut. Berdasarkan peninjauan, Boulaye Dia tidak hanya sudah berdiri dalam posisi offside, tetapi juga melakukan pelanggaran lebih dahulu terhadap kiper Roma, Mile Svilar.
Kebuntuan akhirnya pecah menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-43. Bek tangguh Roma, Gianluca Mancini, berhasil memenangi duel udara yang sengit di dalam kotak penalti.
Mancini melepaskan tandukan tajam menyambut umpan sepak pojok akurat Niccolò Pisilli. Skor 1-0 untuk keunggulan Roma bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, jalannya laga bertambah keras dan menjurus kasar. Sorotan tertuju pada kiper ketiga Lazio, Alessio Furlanetto, yang menjalani debutnya di Serie A akibat cedera panjang Ivan Provedel dan sanksi yang menimpa Alessio Romagnoli. Furlanetto tampil impresif dengan mementahkan peluang emas Donyell Malen serta eksekusi tendangan bebas melengkung milik Paulo Dybala.
Kendati tampil apik, gawang Furlanetto kembali bobol pada menit ke-66 melalui skema yang hampir identik. Berawal dari situasi sepak pojok berikutnya, Gianluca Mancini lagi-lagi memperlihatkan ketajamannya sebagai bek produktif. Ia melepaskan sundulan terarah yang gagal dijangkau kiper debutan tersebut, mengubah papan skor menjadi 2-0 untuk keunggulan nyaman Roma.
Pascagol kedua Mancini, atmosfer di dalam lapangan makin mendidih hingga memicu keributan besar antarpemain di area teknis. Akibat insiden baku hantam dan adu fisik tersebut, wasit Stuart Attwell bertindak sangat tegas dengan mengusir gelandang Lazio, Nicolò Rovella, dan penyerang Roma, Wesley Franca, keluar lapangan setelah keduanya mendapat kartu merah langsung.
Di sisa waktu laga, Roma memasukkan penyerang Artem Dovbyk yang baru pulih setelah absen selama empat bulan akibat cedera paha parah. Dovbyk nyaris memperlebar keunggulan Roma pada menit-menit akhir, tetapi tendangan kerasnya membentur tiang gawang bagian dalam. Hingga peluit panjang berbunyi, keunggulan 2-0 AS Roma tetap tidak berubah.
Kemenangan berharga di laga derbi ini membuat posisi AS Roma makin kokoh di zona papan atas klasemen Serie A, sekaligus memperbesar peluang mereka untuk mengamankan satu tiket menuju UEFA Champions League (UCL) musim depan.
Sebaliknya, hasil minor ini memperpanjang catatan kelam dan nestapa bagi Lazio. Skuad Elang Ibu Kota baru saja menelan kekalahan menyakitkan dari Inter Milan di final Coppa Italia tengah pekan lalu. Penderitaan mereka kian lengkap menyusul adanya aksi boikot dari kelompok suporter ultras mereka di Curva Nord yang mengosongkan tribune sebagai bentuk protes terhadap manajemen klub.
Susunan Pemain:
AS Roma: Mile Svilar; Gianluca Mancini (Ziólkowski 83’), Evan N’Dicka (Devyne Rensch 37’), Mario Hermoso; Zeki Çelik, Bryan Cristante, Yassine Aynaoui, Wesley Franca; Paulo Dybala (Artem Dovbyk 88’), Niccolò Pisilli (Stephan El Shaarawy 46’); Donyell Malen (Matías Soulé 83’).
Lazio: Alessio Furlanetto; Adam Marusic (Manuel Lazzari 79’), Mario Gila, Frederik Provstgaard, Nuno Tavares; Toma Basic, Nicolò Rovella, Kenneth Taylor (Fisayo Dele-Bashiru 62’); Matteo Cancellieri (Gustav Isaksen 71’), Boulaye Dia (Daniel Maldini 62’), Tijjani Noslin (Pedro 79’).
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update