Mimpi Piala Dunia Terhenti, Timnas U-17 Indonesia Tumbang di Tangan Jepang

Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi sepak bola Tanah Air karena tidak hanya menghentikan langkah Indonesia di babak perempat final, tetapi juga memupus harapan mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia U-17.

Editor Isnovan Djamaludin
Rabu, 13 Mei 2026 21.32 WIB
Mimpi Piala Dunia Terhenti, Timnas U-17 Indonesia Tumbang di Tangan Jepang
Aksi pemain Timnas U-17 Indonesia, Dava Yunna (kiri), pada laga melawan Qatar U-17. Foto: Dok. PSSI

Jeddah (Lampost.co)–Perjalanan heroik Timnas U-17 Indonesia di ajang Piala Asia U-17 2026 akhirnya harus mencapai titik akhir. Dalam laga penentuan babak penyisihan Grup B yang berlangsung di Kompleks Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Selasa (12/5/2026) tengah malam WIB, skuad Garuda Muda harus mengakui keunggulan raksasa Asia, Jepang, dengan skor akhir 1-3.

Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi sepak bola Tanah Air. Pasalnya, hasil tersebut tidak hanya menghentikan langkah Indonesia di babak perempat final, tetapi juga memupus harapan untuk mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia U-17. Indonesia dipastikan finis sebagai juru kunci Grup B dengan raihan tiga poin dari tiga pertandingan, sebuah perolehan yang tidak cukup untuk bersaing dengan dua tim teratas.

Dominasi Samurai Biru di Babak Pertama

Sejak peluit pertama berbunyi, Jepang langsung memeragakan permainan cepat dan disiplin khas Samurai Biru. Garuda Muda asuhan Kurniawan Dw Yulianto sempat memberikan perlawanan sengit dengan pertahanan berlapis, namun tekanan masif Jepang akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-28. Ryoma Tsuyoneshi sukses mencatatkan namanya di papan skor lewat sontekan jarak dekat yang gagal barisan pertahanan Indonesia halau.

Baca juga: Indonesia U-17 Takluk dari Qatar, Nasib Ditentukan Lawan Jepang

Indonesia beruntung memiliki sosok Mike Rajasa di bawah mistar gawang. Kiper muda tersebut tampil sangat sigap dengan melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan keras Rekuto Shiraogawa dari luar kotak penalti. Aksi heroik Mike berhasil menjaga skor tetap 0-1 hingga waktu istirahat tiba.

Harapan melalui Gol Indah Peres Tjoe

Memasuki paruh kedua, Jepang tetap tidak menurunkan intensitas serangan. Terbukti pada menit ke-58, kapten tim Jepang, Takeshi Wada, berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 lewat skema serangan yang rapi.

Tertinggal dua gol tidak membuat mental Garuda Muda rontok. Mereka perlahan mulai keluar menyerang dan mencoba membongkar pertahanan Jepang.

Harapan sempat membuncah pada menit ke-70 ketika Indonesia mendapatkan peluang melalui situasi bola mati. Peres Tjoe yang maju sebagai eksekutor melepaskan tendangan bebas indah yang melengkung tajam ke pojok gawang Jepang. Gol spektakuler ini memperkecil kedudukan menjadi 1-2 dan sempat menghidupkan asa untuk membalikkan keadaan.

Efektivitas Jepang dan Status Juru Kunci

Namun, kegembiraan publik Indonesia hanya bertahan selama dua menit. Fokus yang sedikit menurun pasca-mencetak gol dimanfaatkan dengan baik Jepang.

Pemain pengganti, Arata Okamoto, langsung membalas lewat gol cepat pada menit ke-72, mengubah skor menjadi 3-1. Gol tersebut seolah menjadi pukulan telak bagi stamina dan mental para pemain muda Indonesia.

Hingga laga berakhir, skor 3-1 untuk kemenangan Jepang tetap tidak berubah. Berdasarkan catatan resmi AFC, Jepang melaju ke babak berikutnya sebagai juara Grup B dengan poin sempurna sembilan bersama Tiongkok di posisi kedua. Bagi Indonesia, meskipun gagal melaju lebih jauh, harapannya pengalaman bertanding di level tertinggi Asia ini  menjadi modal berharga bagi perkembangan karier para pemain di masa depan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI