Kalianda (Lampost.co) – PT Agricon Indonesia resmi meluncurkan produk herbisida selektif jagung terbaru bertajuk “Algojo” di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. Produk ini diklaim sebagai herbisida premix pertama di Indonesia yang mengombinasikan tiga bahan aktif sekaligus. Yaitu topramezon, atrazin, dan nikosulfuron.
Peluncuran teknologi herbisida jagung tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan produktivitas jagung nasional. Selain itu, hal ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Tantangan Gulma
Business Unit 1 PT Agricon Indonesia, Fajar Aji Prakoso, mengatakan pengendalian gulma masih menjadi salah satu tantangan utama petani jagung di lapangan. Serangan gulma yang tidak terkendali dapat menurunkan produktivitas secara signifikan karena memperebutkan unsur hara, air, dan cahaya matahari.
“Melalui Algojo, kami menghadirkan solusi herbisida selektif jagung dengan formulasi premix tiga bahan aktif. Produk ini dirancang untuk memberikan spektrum pengendalian gulma yang lebih luas, tetapi tetap aman bagi tanaman jagung,” ujar Fajar dalam peluncuran tersebut.
Menurutnya, inovasi ini memudahkan petani karena tidak perlu lagi mencampur beberapa produk secara terpisah. Dengan satu formulasi siap pakai, aplikasi di lapangan menjadi lebih praktis, efisien, dan menghemat waktu kerja.
Secara teknis, kombinasi topramezon, atrazin, dan nikosulfuron memungkinkan pengendalian gulma berdaun lebar maupun gulma rumput dalam satu kali aplikasi. Teknologi premix tersebut juga diklaim mampu meningkatkan efektivitas pengendalian pada fase pertumbuhan awal tanaman jagung, yang merupakan periode krusial dalam menentukan hasil panen.
Inovasi
Fajar menambahkan, inovasi herbisida jagung ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong swasembada pangan. Khususnya pada komoditas jagung yang memiliki peran strategis sebagai bahan pangan dan pakan ternak nasional.
“Produktivitas jagung sangat dipengaruhi oleh pengelolaan gulma. Dengan teknologi yang tepat guna, kami berharap hasil panen petani bisa lebih optimal dan biaya produksi lebih efisien,” katanya.
Lampung sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung di Indonesia. Dukungan teknologi pertanian, termasuk penggunaan herbisida selektif yang tepat, dinilai penting untuk menjaga stabilitas produksi. Hal ini penting di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas.
Selain meningkatkan efektivitas pengendalian gulma, penggunaan produk premix dinilai dapat menekan risiko kesalahan pencampuran dosis oleh petani. Hal ini penting untuk menjaga keamanan tanaman sekaligus mendukung praktik budidaya yang lebih terstandar.
PT Agricon Indonesia menegaskan bahwa pengembangan Algojo dilakukan melalui proses riset dan uji coba lapangan untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi agroklimat di Indonesia. Perusahaan juga berkomitmen memberikan pendampingan teknis kepada petani dalam penggunaan produk agar sesuai rekomendasi.
“Kami ingin teknologi ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani. Tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memudahkan pekerjaan di lapangan,” ujar Fajar.
Peluncuran Algojo menandai langkah strategis perusahaan dalam memperluas inovasi perlindungan tanaman di sektor jagung. Dengan menghadirkan herbisida selektif berbasis teknologi premix tiga bahan aktif, PT Agricon Indonesia berharap dapat berkontribusi pada pertanian yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan.
Ke depan, perusahaan menargetkan sinergi yang lebih luas dengan petani, distributor, dan pemangku kepentingan sektor pertanian untuk memperkuat daya saing jagung nasional di pasar domestik maupun global.







