Bandar Lampung (Lampost.co) — Pengelola Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) resmi mengumumkan penyesuaian tarif yang akan berlaku mulai 27 November 2025. Kebijakan tersebut, menurut manajemen, bukan sekadar menaikkan biaya perjalanan. Ini merupakan bagian dari mekanisme peraturan perundang-undangan sekaligus upaya menjaga keberlanjutan layanan jalan tol utama di Lampung.
Manager Public Affairs Tol Bakter, M. Alkautsar, menjelaskan bahwa penyesuaian tarif dilakukan sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) No. 23 Tahun 2024. Juga Undang-Undang No. 2 Tahun 2022 tentang Jalan, khususnya Pasal 48 yang mengatur bahwa tarif tol wajib dievaluasi dan disesuaikan secara berkala setiap dua tahun.
“Penyesuaian tarif bukan hanya soal besaran nominal, tetapi terkait keberlangsungan operasional. Ini agar Tol Bakter dapat terus memberikan layanan yang aman dan nyaman sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM),” kata Alkautsar saat berkunjung ke kantor Lampung Post, Selasa (25 November 2025).
Kebijakan penyesuaian tarif tersebut dituangkan melalui SK Menteri PUPR No. 1066/KPTS/M/2025, sehingga menjadi keputusan final yang harus diterapkan seluruh badan usaha jalan tol di Indonesia, termasuk Tol Bakter.

Komitmen Tingkatkan Layanan dan Respons Terhadap Aspirasi Publik
Alkautsar menegaskan, pihaknya memahami dinamika publik yang memberikan tanggapan beragam atas kebijakan ini. Semua kritik, masukan, dan keluhan masyarakat Lampung, menurutnya, menjadi bagian penting bagi pengelola dalam melakukan evaluasi pelayanan.
“Kami menerima segala masukan karena itu menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan jalan tol. Komitmen kami adalah meningkatkan kualitas dan optimalisasi pelayanan agar manfaatnya dapat dirasakan pengguna jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan layanan tersebut mencakup kualitas jalan, pemeliharaan rutin, perbaikan titik rawan, peningkatan fasilitas rest area, hingga respons cepat terhadap gangguan lalu lintas.
Selain itu, keberadaan Tol Bakter dinilai membawa dampak ekonomi bagi masyarakat Lampung. Mayoritas tenaga kerja yang beroperasi di ruas tersebut merupakan putra-putri daerah.
“Ini menunjukkan bahwa kehadiran tol bukan hanya soal percepatan mobilitas. Tetapi juga membuka lapangan kerja dan memaksimalkan potensi lokal,” kata Alkautsar.
Program TJSL dan ESG Jadi Pilar Pengelolaan Berkelanjutan
Tidak hanya fokus pada pelayanan jalan, Tol Bakter juga terus memperkuat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program-program tersebut meliputi penanaman pohon, edukasi keselamatan berkendara, hingga simulasi penyelamatan atau rescue yang melibatkan masyarakat sekitar.
Berbagai kegiatan keselamatan lain seperti kampanye Over Dimension Over Load (ODOL), edukasi bahaya microsleep, dan Operasi Simpatik digelar secara berkala untuk meminimalkan kecelakaan di jalan tol.
Alkautsar juga menyampaikan bahwa pengelolaan Tol Bakter telah mengadopsi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Salah satu implementasinya adalah program pengelolaan limbah botol plastik yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) di sekitar ruas tol. Program ini bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kami memastikan keberadaan jalan tol tidak hanya soal bisnis. Keberadaannya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Keberlanjutan Ruas Tol Jadi Kunci Mobilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Lampung
Tol Bakauheni–Terbanggi Besar merupakan ruas strategis yang menghubungkan pintu gerbang Sumatra dengan wilayah tengah Lampung. Ruas ini menjadi tulang punggung mobilitas logistik, pariwisata, dan arus penumpang menuju pelabuhan Bakauheni.
Penyesuaian tarif, menurut pengelola, diperlukan untuk menjaga kualitas jalan tetap prima, menutup biaya operasional, serta mendukung ekspansi layanan di masa depan. Alkautsar menegaskan bahwa tugas pengelola bukan hanya menyediakan jalur cepat, tetapi memastikan seluruh pengguna merasa aman, nyaman, dan terlindungi.
“Kami berkomitmen menjadikan Tol Bakter lebih baik dari waktu ke waktu. Pengguna jalan akan merasakan langsung peningkatan layanan yang kami lakukan,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Tol Bakter diharapkan tetap menjadi infrastruktur strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi Lampung dan Sumatra secara berkelanjutan.








