Bali (Lampost.co)–Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada Kamis dini hari, 3 Juli 2025. Diduga akibat kebocoran mesin. Kapal yang mengangkut 53 penumpang, 12 kru, dan 22 kendaraan di perairan Selat Bali berlayar dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk. Hanya dalam hitungan menit, kapal tenggelam.
Kemenhub menyampaikan hingga pukul 10.00 waktu setempat, total telah ada 31 orang penumpang terevakuasi dalam kondisi selamat. Sedangkan empat orang dalam kondisi meninggal dunia.
Beberapa dari penumpang memberi kesaksian bagaimana kapal itu terbalik hanya dalam hitungan menit, membuat banyak penumpang tidak sempat menyelamatkan diri.
Baca Juga: Kapal Tenggelam, Pemerintah Korsel Janji Terus Lakukan Pencarian ABK WNI yang Hilang
“Sekitar tiga menit setelah oleng, kapal sudah terbalik. Saya masih sempat meloncat,” kata Bejo Santoso, seorang penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, melansir Antara.
Bejo menyebut dirinya berhasil melompat menyelamatkan diri karena berada di sisi luar kapal. Ia juga sempat menjangkau jaket pelampung dan menggunakannya saat kapal mulai miring ekstrem.
“Kalau penumpang yang berada di dalam ruang saya pesimis mereka bisa keluar. Karena kapal itu terbalik dalam hitungan menit,” ujar pria asal Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu.
Setelah terombang-ambing di laut sejak sekitar pukul 00.00 Wita, Bejo akhirnya diselamatkan nelayan menjelang pukul 06.00 Wita. Ia bahkan membawa jenazah penumpang lain yang diikat ke ban pelampung agar tidak hanyut.
Didorong Air dan Selamat lewat Celah
Penumpang lain, Imron, juga mengisahkan bagaimana ia lolos dari maut setelah kapal tiga kali oleng keras.
“Sekitar tiga kali kapal itu miring. Yang ketiga air laut sudah masuk ke ruang penumpang,” katanya.
Warga Banyuwangi ini selamat setelah terdorong air ke atas dan berhasil keluar lewat celah di ruang penumpang. Ia menemukan jaket pelampung terapung dan mengenakannya hingga akhirnya nelayan asal Dusun Pabuahan, Desa Banyubiru itu selamat.
Kisah serupa Saiful Munir alami. Ia mengaku selamat setelah menemukan jaket pelampung di laut.
“Saya menemukan jaket pelampung tidak tahu dari mana. Langsung saya pakai,” kata Saiful, penumpang yang terselamatkan di perairan Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya.
Hingga pukul 11.30 Wita, total 31 penumpang sudah ditemukan, dengan empat orang di antaranya meninggal dunia. Proses pencarian masih terus oleh tim gabungan Basarnas, TNI AL, Polairud, dan nelayan lokal.