Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan fenomena cuaca panas yang terjadi saat ini. Bahkan cuaca panas sangat terasa sekali ketika siang hari dan malam hari, meskipun hujan mengguyur rasa gerah juga masih terasa.
Hal tersebut tersampaikan oleh Prakirawan BMKG Lampung. “Untuk cuaca yang terasa lebih panas belakangan ini disebabkan oleh beberapa faktor atmosfer yang bekerja bersamaan,” ujar Prakirawan BMKG dalam keterangannya, Senin, 3 November 2025.
Pertama, intensitas radiasi matahari sedang tinggi. Ini karena posisi semu matahari kini berada sekitar wilayah selatan khatulistiwa, termasuk wilayah Lampung. Sehingga penyinaran berlangsung berlangsung lebih intens dan lama.
Kedua, tutupan awan pada siang hari relatif sedikit, sehingga permukaan tanah menyerap panas lebih banyak. Namun, pada malam hari, kelembapan udara tinggi dan hembusan angin cenderung lemah. Ini menyebabkan panas yang tersimpan pada permukaan tidak cepat lepas ke atmosfer, sehingga udara tetap terasa gerah meskipun hujan turun.
Selain itu, fenomena hujan yang besertai udara gerah menandakan proses pendinginan yang belum optimal setelah hujan reda. Biasanya hujan jenis konvektif yang terjadi sore atau malam hari memiliki cakupan sempit dan durasi singkat. Setelah hujan berhenti, uap air yang tinggi di udara meningkatkan kelembaban relatif, dan ketika angin tidak cukup kuat untuk sirkulasi, udara menjadi pengap.
“Jadi, kondisi ini adalah kombinasi antara pemanasan siang hari yang kuat, kelembaban tinggi, dan ventilasi udara yang lemah. Ini membuat malam terasa panas meskipun sudah turun hujan,” katanya.
Tetap Waspada
Kemudian BMKG menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan bijak menghadapi kondisi cuaca panas dan gerah yang belakangan ini terjadi pada wilayah Lampung. Pastikan untuk menjaga kesehatan tubuh dengan cukup minum air putih, menggunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Serta menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari ketika suhu udara sedang tinggi.
Selanjutnya bagi masyarakat yang beraktivitas luar rumah, gunakan pelindung diri seperti topi atau payung untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari. Sementara bagi warga wilayah perkotaan atau padat bangunan, perbanyak area hijau dan ventilasi udara agar suhu lingkungan lebih sejuk.
Kemudian jika hujan turun pada malam hari dan udara terasa gerah, BMKG menyarankan untuk menjaga sirkulasi udara dalam rumah tetap baik. Selanjutnya tidak menyalakan alat elektronik berdaya panas terlalu lama. BMKG juga mengingatkan untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca terbaru dari kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi perubahan cuaca secara lebih dini.







