• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 06/12/2025 16:28
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Cuaca

Perlindungan Lingkungan Jadi Fondasi Utama Mitigasi Bencana

Wandi BarboyUmar RobbanibyWandi BarboyandUmar Robbani
03/12/25 - 22:08
in Cuaca, Lampung
A A
Perlindungan Lingkungan Jadi Fondasi Utama Mitigasi Bencana

Ilustrasi (Medcom.id)

Bandar Lampung (Lampost.co): Kepala Pusat Mitigasi Bencana Institut Teknologi Sumatera (Itera), Prof Harkunti Rahayu, menegaskan bahwa Lampung harus menjadikan perlindungan lingkungan sebagai fondasi utama dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Ia menilai seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan tata ruang demi menahan risiko bencana yang terus meningkat akibat perubahan iklim.

Prof Harkunti menilai bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, hal itu muncul karena siklon dan monsun bergerak bersamaan. Ia menyebut topografi yang curam, struktur tanah yang rapuh, serta praktik alih fungsi hutan mempercepat laju bencana di tiga wilayah tersebut.

Harkunti menegaskan bahwa kerusakan hutan dan sungai selalu membuka jalan bagi bencana hidrometeorologi. Menurutnya, manusia melemahkan kemampuan alam menahan air ketika mereka mengubah hutan menjadi perkebunan, pertambangan, atau kawasan bisnis.

“Tanah langsung kehilangan kemampuan menyerap air ketika curah hujan ekstrem datang, dan longsor muncul karena kombinasi faktor alam dan kegiatan manusia,” ujarnya, Rabu, 3 Desember 2025.

Harkunti mengajak pemerintah dan masyarakat Lampung memperkuat penjagaan lingkungan. Ia menilai Lampung berada pada zona yang relatif aman dari siklon karena posisinya dekat ekuator. Namun, ia mengingatkan bahwa Lampung tetap menghadapi hujan ekstrem yang muncul akibat kenaikan suhu permukaan laut dan perubahan iklim global.

“Kita harus menjaga hutan yang tersisa, memulihkan kawasan yang rusak, dan mengatur ulang tata ruang agar seluruh wilayah Lampung mampu bertahan menghadapi hujan ekstrem,” tegasnya.

Prof Harkunti menjelaskan bahwa BMKG rutin mengeluarkan peringatan dini cuaca sekitar satu minggu sebelum fenomena ekstrem berkembang. Ia mengajak pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha merespons cepat setiap peringatan demi mengurangi potensi kerugian.

Kajian

Harkunti juga mendorong kajian menyeluruh terhadap kesehatan DAS di Lampung. Ia menilai DAS yang sehat mampu mengalirkan air dari hulu ke hilir tanpa hambatan. Ia menyoroti tren pembangunan hunian river view dan pertumbuhan permukiman di bantaran sungai yang terus menekan kapasitas aliran air.

“Kita harus mengendalikan pembangunan yang mengganggu badan sungai. Kita tidak boleh mengorbankan keselamatan publik demi gaya hidup,” katanya.

Harkunti menilai seluruh langkah mitigasi harus bertumpu pada perlindungan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa tanpa penjagaan ekosistem, seluruh sistem peringatan dini, infrastruktur, maupun program pemerintah tidak akan mampu menahan daya rusak cuaca ekstrem.

“Lingkungan selalu menjadi tembok pertama dan terakhir dalam mitigasi bencana. Kita harus menjaga tembok itu,” tutupnya.

Tags: anomali suhu permukaan air lautbencana hidrometeorologievaluasi DASmitigasi bencanamusim hujanmusim hujan di lampungpeningkatan curah hujanperairan lampungperlindungan lingkungantata ruang di lampung
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

BPBD Tanggamus cek tanggul jebol di Way Tuba, Tanggamus. (Dok BPBD)

Tanggul Sungai Jebol Sebabkan Banjir di Desa Kapuran Tanggamus

byTriyadi Isworoand1 others
06/12/2025

Kotaagung (Lampost.co) – Hujan yang mengguyur, Rabu, 3 Desember 2025 dengan kategori intensitas sedang mengakibatkan aliran sungai melaju deras. Derasnya...

Pengepulan kayu minyak yang siap diantar di Sabardong, Pugung Penengahan, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.

Masyarakat Temukan Dugaan Illegal Logging di Lemong Pesisir Barat Lampung

byTriyadi Isworoand1 others
06/12/2025

Pesisir Barat (Lampost.co) – Masyarakat mengungkap dugaan praktik penebangan liar atau illegal logging ribuan kubik kayu hutan. Penebangan tersebut pada...

Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lampung Timur berhasil mengungkap 3 tindak pidana menonjol wilayah hukumnya. (Foto Lampost.co/Arman Suhada)

Polres Lampung Ungkap Tiga Kasus Besar, Ini Rinciannya

byTriyadi Isworoand1 others
06/12/2025

Sukadana (Lampost co) -- Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lampung Timur berhasil mengungkap 3 tindak pidana menonjol wilayah hukumnya. Hal tersebut...

Berita Terbaru

ALSA Observer Unila Sukses Gelar Semnas Hukum Perbankan
Humaniora

ALSA Observer Unila Sukses Gelar Semnas Hukum Perbankan

byMuharram Candra Luginaand1 others
06/12/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Asian Law Students Association (ALSA) Observer Universitas Lampung menggelar seminar nasional hukum perbankan di Fakultas Hukum...

Read moreDetails
BPBD Tanggamus cek tanggul jebol di Way Tuba, Tanggamus. (Dok BPBD)

Tanggul Sungai Jebol Sebabkan Banjir di Desa Kapuran Tanggamus

06/12/2025
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, M.Ag.,

Integritas dan Profesionalitas Jadi Kata Kunci Layanan Prima, Zulkarnain Tekankan kepada ASN Kemenag Pesisir Barat

06/12/2025
Pengepulan kayu minyak yang siap diantar di Sabardong, Pugung Penengahan, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.

Masyarakat Temukan Dugaan Illegal Logging di Lemong Pesisir Barat Lampung

06/12/2025
Drawing Piala Dunia 2026: Argentina Berada di Grup Ringan, Prancis di Grup Berat

Drawing Piala Dunia 2026: Argentina Berada di Grup Ringan, Prancis di Grup Berat

06/12/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.