Sukadana (Lampost.co) — Tim Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Bencana Polres Lampung Timur bergerak cepat merespons bencana banjir. Seperti yang melanda Pondok Pesantren Darussalamah Kecamatan Way Jepara.
Respons cepat ini merupakan bentuk kepedulian Polres Lampung Timur terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Khususnya para santri yang terdampak bencana alam.
Kegiatan penanganan banjir tersebut langsung terkomandoi oleh Wakapolres Lampung Timur, Kompol Maryadi. Setibanya pada lokasi, Wakapolres bersama Tim Satgas Tanggap Bencana langsung melakukan peninjauan menyeluruh terhadap area pondok pesantren yang terdampak genangan air.
“Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan kondisi para santri dalam keadaan aman. Serta melakukan pendataan dan evaluasi terhadap barang-barang milik santri yang terdampak banjir,” ujar Wakapolres Lampung Timur, Kompol Maryadi, Selasa 3 Februari 2026.
Kemudian Kompol Maryadi menjelaskan bahwa kehadiran Polres Lampung Timur merupakan wujud kesiapsiagaan dan tanggung jawab Polri. Terlebih dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami hadir untuk memastikan kondisi aman, membantu proses pendataan. Serta memberikan dukungan moril kepada pihak pondok pesantren dan para santri yang terdampak banjir,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Satgas melakukan evaluasi terhadap kerusakan barang-barang santri. Seperti perlengkapan belajar, kasur, pakaian, serta fasilitas pondok yang terdampak genangan air.
Selain itu, petugas juga memberikan himbauan kepada pengelola pondok pesantren agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
Pihak Polres Lampung Timur juga berkoordinasi dengan pengurus pondok pesantren untuk menentukan langkah-langkah lanjutan. Termasuk upaya pembersihan area terdampak serta penanganan kebutuhan mendesak para santri. Kehadiran aparat kepolisian ini mendapat apresiasi dari pihak pondok pesantren yang merasa terbantu atas respons cepat dan perhatian yang tersampaikan.
Melalui kegiatan ini, Polres Lampung Timur menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Khususnya dalam situasi bencana.








