Bandar Lampung (Lampost.co) — Janji pembukaan jutaan lapangan kerja belum sepenuhnya terasa dampaknya. Banyak anak muda khususnya gen Z akhirnya memilih jalan mandiri.
Generasi Z bergerak cepat membaca peluang. Mereka memadukan kreativitas, tren sosial, dan kekuatan media digital.
Dari kebutuhan validasi hingga gaya hidup praktis, lahirlah berbagai pekerjaan unik. Beberapa bahkan tak terpikirkan satu dekade lalu.
Menariknya, pekerjaan itu justru ramai peminat dan menghasilkan cuan nyata. Berikut daftar pekerjaan unik di Indonesia yang lumrah di kalangan Gen Z.
-
Joki Strava, Lari Diganti Orang Lain
Tren lari maraton melonjak berkat media sosial. Aktivitas itu berubah menjadi simbol gaya hidup sehat.
Dorongan FOMO melahirkan jasa joki Strava. Pelanggan cukup menyerahkan akun, lalu penjoki berlari menggantikan.
Tarifnya berkisar Rp10.000 per kilometer untuk pace cepat. Pace santai biasanya dihargai Rp5.000 per kilometer.
-
Jasa War Tiket Konser, Modal Jari Cepat
Perang tiket konser sering bikin stres. Tidak semua orang siap bersaing dalam hitungan detik. Dari situ muncul jasa war tiket. Modal utamanya gawai, internet stabil, dan refleks cepat.
Fee jasa war tiket konser biasanya Rp150.000 sampai Rp750.000 per tiket. Konser luar negeri bisa lebih mahal.
-
Jasa Tur Lokal, Liburan Sekalian Cari Teman
Gen Z tidak hanya mengejar foto estetik. Mereka mencari pengalaman dan koneksi sosial.
Tren Mingling Tour berkembang pesat. Peserta berangkat sendiri dan pulang membawa relasi baru.
Tema tur beragam, mulai dari K-Pop, trekking, hingga keliling kota. Keuntungan bisa mencapai jutaan saat musim liburan.
-
Print-on-Demand, Jual Merchandise Tanpa Stok
Bisnis print-on-demand jadi favorit Gen Z kreatif. Model itu tidak memerlukan stok barang.
Produk meliputi kaos, tote bag, mug, hingga aksesoris K-Pop. Desain unik menjadi kunci penjualan.
Promosi lewat TikTok dan Instagram mempercepat pertumbuhan bisnis ini. Modal minim, potensi cuan besar.
-
Jasa Sleep Call, Teman Tidur Virtual
Fenomena sleep call berkembang pesat di kalangan anak muda. Banyak orang mencari teman bicara sebelum tidur.
Penyedia jasa menawarkan berbagai paket. Pilihannya meliputi voice call, video call, hingga storyteller.
Tarifnya bervariasi, mulai Rp5.000 hingga Rp800.000. Harga tergantung durasi dan layanan tambahan.
-
Jasa Teman Jalan, Solusi Anti Sepi
Jasa teman jalan populer di kota besar. Layanan itu membantu klien yang butuh teman nongkrong atau healing.
Aktivitasnya beragam, seperti kulineran, kondangan, hingga nonton konser. Targetnya banyak dari Gen Z dan perempuan.
Tarif di Jakarta berkisar Rp150.000 sampai Rp300.000. Biaya makan dan transportasi biasanya klien tanggung.
-
Jasa Screenshot iPhone, Demi Validasi Sosial
Tidak semua orang punya iPhone. Namun, kebutuhan validasi tetap tinggi.
Jasa screenshot iPhone hadir sebagai solusi unik. Pelanggan meminta tangkapan layar atau screen record.
Tarifnya Rp500 per screenshot dan Rp1.000 per menit screen record. Jika rutin, penghasilan bisa ratusan ribu per bulan.
-
Joki Antrean, Tukar Waktu Jadi Uang
Antrean panjang sering menyita waktu. Banyak orang memilih membayar agar tidak menunggu.
Jasa joki antrean mencakup tiket konser, barang viral, hingga layanan publik. Kota besar menjadi pasar utama.
Tarifnya mulai Rp25.000 hingga Rp250.000. Harga menyesuaikan durasi dan tingkat kesulitan.
-
Jasa Sewa Handphone, Konten Tanpa Harus Beli
Sewa handphone flagship makin diminati. Kebutuhan konten dan dokumentasi menjadi pendorong utama.
Harga sewa berkisar Rp200.000 sampai Rp900.000 per hari. Biaya itu jauh lebih hemat daripada membeli baru. Meski butuh modal awal, potensi balik modal cukup cepat jika konsisten.
-
Jasa Penitipan Barang, Cuan di Tengah Event
Konser dan event besar sering kekurangan loker. Masalah itu melahirkan jasa penitipan barang.
Penonton dari luar kota menjadi target utama. Barang seperti koper dan merchandise sering merepotkan. Tarif penitipan biasanya Rp15.000 hingga Rp100.000. Modalnya kecil, keuntungannya stabil.
Pekerjaan unik itu lahir dari kepekaan membaca tren. Media sosial berperan besar dalam penyebarannya. Gen Z membuktikan kreativitas bisa menciptakan lapangan kerja baru. Jalan sukses tidak selalu konvensional.








