Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Provinsi Lampung pada Maret 2025 mencapai 578,05 juta dolar AS (Amerika Serikat). Angka ini meningkat sebesar 11,61 persen atau 60,11 juta dolar AS bila membandingkan Februari 2025 yang mencatat ekspor senilai 517,93 juta dolar AS.
Jika membandingkan secara tahunan (year on year/y-o-y), Provinsi Lampung mencatat lonjakan ekspor sebesar 47,78 persen. Atau 186,90 juta dolar AS bil membandingkan Maret 2024 yang hanya membukukan ekspor senilai 391,14 juta dolar AS.
Baca juga: Lampung Dorong Budi Daya Lada Organik, Prospek Cerah Menuju Pasar Ekspor
Statistisi Ahli Madya BPS Lampung, Muhammad Ilham Salam, menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) tetap menjadi negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung dengan kontribusi sebesar 17,60 persen pada Maret 2025.
“Pada Maret 2025, ekspor ke Amerika Serikat mencapai 101,75 juta dolar AS. Disusul India 65,76 juta dolar AS, Pakistan 65,22 juta dolar AS, dan Belanda 37,22 juta dolar AS,” jelas Ilham.
Selain itu, Provinsi Lampung juga mengekspor ke Inggris sebesar 30,29 juta dolar AS dan Tiongkok 30,16 juta dolar AS. Kemudian Bangladesh 27,29 juta dolar AS dan Vietnam 20,06 juta dolar AS. Selanjutnya, Filipina 17,65 juta dolar AS, dan Selandia Baru 16,23 juta dolar AS.
Golongan Utama Ekspor
Provinsi Lampung mengekspor sejumlah golongan barang utama selama periode tersebut, antara lain lemak dan minyak hewan atau nabati; kopi, teh, dan rempah-rempah; bahan bakar mineral; serta ampas dan sisa industri makanan.
“Lampung juga mengekspor pulp dari kayu, berbagai produk kimia, karet dan barang dari karet, kayu dan produk kayu, serta ikan, krustasea, dan moluska,” lanjutnya.
Selama Maret 2025, sektor industri pengolahan mencatatkan peningkatan ekspor sebesar 15,94 persen. Lalu, sektor pertambangan dan lainnya naik 4,40 persen, dan sektor pertanian tumbuh 3,68 persen.
“Jika kita lihat secara kumulatif dari Januari hingga Maret 2025 jika membandingkan periode yang sama pada 2024. Ekspor dari sektor industri pengolahan dan pertanian meningkat, sementara ekspor sektor pertambangan turun 2,57 persen,” tutup Ilham.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News