Bandar Lampung (lampost.co)–Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,36% (mtm) pada Februari 2026. Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat sebesar 2,95% (yoy), angka yang masih berada dalam rentang sasaran target 2,5±1% dan lebih rendah ketimbang inflasi nasional sebesar 4,76% (yoy).
Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Lampung Achmad P. Subarkah menjelaskan bahwa kenaikan harga emas perhiasan akibat ketidakpastian global menjadi motor utama inflasi dengan andil 0,09%. Selain itu, harga pangan seperti daging ayam dan cabai juga naik seiring meningkatnya permintaan menjelang bulan Ramadan.
“Kenaikan harga emas sejalan dengan tren dunia di tengah tingginya ketidakpastian global. Di sisi lain, kenaikan harga komoditas hortikultura dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan akibat panen lokal yang tertunda,” ujar Achmad P. Subarkah, Selasa, 3 Maret 2026.
Bank Indonesia mencermati sejumlah risiko yang dapat menekan inflasi ke depan. Eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran berpotensi mengganggu pasokan energi global dan meningkatkan harga BBM non-subsidi serta biaya logistik domestik.
Selain itu, faktor cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina lemah perlu dimitigasi karena berpotensi menghambat distribusi pangan dan realisasi panen padi di sejumlah wilayah Sumatera.
Strategi Pengendalian
Guna menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia bersama TPID Provinsi Lampung memperkuat strategi 4K:
-
Keterjangkauan Harga: Melaksanakan operasi pasar beras SPHP secara terarah.
-
Ketersediaan Pasokan: Memperluas Toko Pengendalian Inflasi dan memperkuat kerja sama antar daerah (KAD).
-
Kelancaran Distribusi: Memastikan kecukupan moda transportasi dan memperbaiki infrastruktur jalur pangan.
-
Komunikasi Efektif: Menjaga ekspektasi masyarakat melalui publikasi data pangan yang konsisten.
“Kami terus berkoordinasi dengan OPD terkait guna mempercepat realisasi swasembada pangan di Lampung melalui optimalisasi lahan dan kelancaran distribusi pupuk,” tambahnya. BI memprakirakan inflasi Lampung akan tetap terkendali hingga akhir tahun 2026 melalui sinergi kebijakan yang kuat.








