Jakarta (Lampost.co) — Harga emas terus menunjukkan tren bullish pada tahun ini dan bisa terus berlanjut dalam jangka panjang sehingga bisa menjadi sarana investasi yang menghasilkan cuan. Untuk itu, perlu mengikuti tips agar menghasilkan untung dari investasi emas.
Sebab, emas spot dan Antam terus mengalami kenaikan signifikan, meski terdapat perbedaan dalam laju kenaikannya.
Menurut data Bloomberg hingga akhir November 2024, harga emas spot melonjak 29,68% secara year-to-date (ytd) menjadi USD 2.681 per ons troi. Sementara, emas Antam naik lebih tinggi 32,34% (ytd) menjadi Rp1.514.000 per gram, berdasarkan situs resmi Logam Mulia.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menjelaskan kenaikan harga emas Antam yang lebih signifikan daripada emas spot karena kondisi pasar lokal di Indonesia, seperti faktor penawaran dan permintaan, bea masuk, serta pajak.
“Rupiah yang melemah terhadap dolar AS juga menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga emas Antam lebih tinggi. Saat rupiah melemah, harga emas lokal cenderung naik meski harga emas spot global tetap stabil,” kata Sutopo.
Pengamat komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono, menambahkan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memiliki dampak besar terhadap harga emas di Indonesia.
“Jika rupiah melemah, harga emas Antam akan naik. Sebaliknya, jika dolar AS melemah, harga emas global akan naik dan akan emas Antam ikuti,” ujar Wahyu.
Selain itu, pergerakan harga emas spot lebih banyak terpengaruh sentimen global, seperti kebijakan The Fed, data ekonomi internasional, dan ketegangan geopolitik.
Ketegangan geopolitik seperti konflik Rusia-Ukraina dan krisis di Timur Tengah turut meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Langkah-langkah stimulus ekonomi dari China juga menjadi faktor yang memperkuat prospek bullish emas di pasar global.
Dia memproyeksikan harga emas akan terus meningkat pada 2025, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Ia memperkirakan harga emas spot akan berada di kisaran USD 2.550 per ons troi pada paruh pertama 2025.
Sementara, harga emas spot bisa mencapai USD 2.700–2.800 per ons troi pada tahun depan. Sementara, harga emas Antam berada di kisaran Rp1.550.000 hingga Rp1.600.000 per gram.
Tips Cuan Maksimal dari Investasi Emas
Dia turut memberikan saran bagi investor yang ingin memanfaatkan tren bullish emas, sehingga meraup keuntungan. Hal tersebut bisa melalui dua cara, yaitu:
Investasi Jangka Panjang Emas Antam
Cocok bagi investor yang menyukai kepemilikan fisik emas.
Perhatikan biaya tambahan, seperti premi merek dan sertifikasi.
Ideal untuk pasar lokal dan sebagai aset aman.
Emas Spot untuk Diversifikasi Portofolio
Cocok bagi investor yang ingin bertransaksi di pasar global.
Tidak menyertakan biaya tambahan, seperti premi atau markup.
Efektif sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, terdapat waktu terbaik untuk membeli emas, yaitu saat harga sedang terkoreksi turun.
Lalu, potensi kenaikan harga emas di tahun depan bisa menjadi momen tepat untuk memulai atau menambah investasi emas.