Bandar Lampung (Lampost.co) — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bandar Lampung masih menghadapi tekanan berat pada awal 2026. Perubahan cuaca dan kenaikan harga bahan pokok terus memengaruhi pendapatan harian pedagang kecil.
Pedagang buah di Jalan Imam Bonjol, Dian, merasakan langsung dampak musim terhadap omzet. Sebab, pendapatannya meningkat saat buah sedang musim panen.
Penjualan berjalan lancar dan keuntungan terasa saat pasokan buah melimpah. Namun, di luar musiman penghasilan hanya cukup untuk kebutuhan harian.
“Cuaca juga menjadi faktor penting bagi kelangsungan usahanya. “Pembeli lebih ramai saat cuaca cerah daripada musim hujan,” kata Dian, kepada Lampost.co, Rabu, 14 Januari 2026.
Terlebih, curah hujan tinggi juga membuat aktivitas belanja menurun dan buah lebih cepat rusak. Kondisi itu menambah risiko kerugian bagi pedagang.
Dia berharap penjualan bisa membaik memasuki tahun baru ini dengan meraih pendapatan stabil agar mampu membayar kewajiban angsuran usaha.
Tekanan serupa juga dirasakan Yati, pelaku usaha kuliner rumahan. Ia menilai kenaikan harga bahan baku sangat memengaruhi kelangsungan usahanya.
Harga bahan pokok yang terus naik membuat margin keuntungan semakin tipis. Pelaku usaha kecil sulit menaikkan harga jual karena daya beli terbatas.
Dia menyebut konsumen mayoritas berasal dari kelompok menengah ke bawah. Kondisi itu memaksa pedagang menahan harga meski biaya produksi meningkat.
Ia berharap pemerintah menghadirkan kebijakan ekonomi yang lebih berpihak. Dukungan nyata itu penting untuk menjaga usaha kecil tetap bertahan.
“Tekanan ekonomi masih terasa bagi masyarakat luas. Kenaikan harga sembako membuat pedagang dan konsumen sama-sama terhimpit,” kata dia.








