Kotabumi (Lampost.co) – Perhelatan Lampura Fest 2025 yang digadang-gadang mampu membangkitkan ekonomi masyarakat Lampung Utara menuai sorotan. Panitia mengklaim seluruh kegiatan terbiayai dari sponsor, mulai dari dunia usaha, UMKM, pengusaha, hingga perbankan. Kegiatan ini tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sementara festival yang berlangsung pada Stadion Sukung Kelapa Tujuh, Kotabumi, 26–27 September 2025 ini menghadirkan berbagai agenda. Mulai dari donor darah, pameran produk UMKM, bazar, hingga konser musik dengan menghadirkan artis ibu kota.
Ketua Panitia Lampura Fest 2025, Genius, menyatakan acara tersebut menjadi upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi kondisi saat ini sedang mengalami kelesuan ekonomi daerah.
“Tidak ada dana APBD, semua kontribusi dari sponsor. Pemerintah justru sedang melakukan efisiensi,” kata Genius saat pembukaan acara, Jumat, 26 September 2025.
Meski begitu, beredar informasi adanya anggaran APBD Kabupaten Lampung Utara sekitar Rp400 juta yang ikut mendukung festival. Menanggapi hal itu, panitia membantah klaim tersebut.
Kemudian ia mengatakan, dalam pelaksanaannya, UMKM yang ikut serta dikenai biaya Rp100 ribu per stan. Biaya itu untuk kebutuhan listrik dan kebersihan selama acara.
Sumbangan⁷⁶t
Selain itu, terdapat sumbangan dari camat senilai Rp1,5 juta yang juga menjadi persoalan. Panitia berdalih hal tersebut masuk dalam anggaran kecamatan dan sifatnya sukarela.
“Kalau dari UMKM itu untuk fasilitas stan, listrik, dan kebersihan. Dari kecamatan memang ada anggarannya masing-masing,” jelas Genius.
Seorang pelaku UMKM yang memamerkan produk olahan buah dan gorengan mengaku terkena biaya Rp100 ribu untuk tiga hari acara. “Selama tiga hari acara, kami bayar Rp100 ribu untuk stan,” ujar salah satu peserta.
Terlepas dari sorotan soal anggaran, Lampura Fest 2025 tetap menjadi harapan bagi pelaku usaha lokal. Dengan adanya stan pameran, UMKM mendapat ruang memperkenalkan produk dan menjaring konsumen baru.
Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, bersama Ketua Panitia Genius turut meninjau stan UMKM saat pembukaan acara. Kehadiran pemerintah daerah harapannya mampu memberi dukungan nyata bagi keberlangsungan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.








