IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 10/04/2026 04:48
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Efisiensi Anggaran 2025 Picu Krisis Pariwisata hingga Gelombang PHK

EffranbyEffran
15/02/25 - 20:13
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Destinansi wisata di Lampung. Dok

Destinansi wisata di Lampung. Dok

Jakarta (Lampost.co) — Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor perhotelan dan restoran kini semakin nyata setelah pemerintah resmi melakukan efisiensi anggaran dalam APBN 2025.

Pemangkasan itu berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi B Sukamdani, menyatakan segmen pemerintah menyumbang 40% dari total pendapatan industri perhotelan dan restoran nasional, dengan nilai mencapai Rp24,8 triliun.

Penghapusan belanja pemerintah dalam sektor itu langsung berdampak signifikan terhadap tingkat okupansi hotel dan pemesanan jasa restoran.

Efek dari kebijakan efisiensi anggaran tersebut pun terasa sejak awal 2025. Hal itu dengan berkurangnya pesanan dari instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan, pemerintah daerah yang hanya mengalami pemotongan transfer dana Rp50 triliun juga ikut mengurangi kegiatan di sektor perhotelan dan restoran.

“Begitu Inpres itu terbit, langsung tidak ada pemesanan dari pemerintah maupun BUMN. Bahkan pemesanan di daerah pun ikut terhenti meskipun pemotongan anggarannya relatif kecil,” ujar Hariyadi.

Menurutnya, semua sektor saat ini bergantung pada belanja pemerintah yang mengalami dampak sangat signifikan

PHK Massal Industri Hotel dan Restoran

Dampak paling mengkhawatirkan dari kebijakan itu adalah potensi PHK massal. Sebab, banyak pelaku usaha di sektor itu akan memangkas kapasitas hingga 50% guna menekan biaya operasional.

“Ketika kapasitas turun 50%, otomatis harus mengurangi karyawan juga. Kami tidak bisa mempertahankan tenaga kerja tanpa ada tamu. Semua harus menekan biaya operasional agar bisnis tetap bisa bertahan,” ujarnya.

Menyusutnya permintaan membuat sektor perhotelan dan restoran kini menghadapi kekhawatiran besar. Hal itu antara mencari pasar baru atau melakukan efisiensi secara besar-besaran.

Menyelamatkan Industri Pariwisata

PHRI saat ini tengah mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan pada anggaran pemerintah. Sektor perhotelan dan restoran perlu segera menemukan keseimbangan antara efisiensi dan inovasi agar tetap bisa bertahan dalam situasi sulit tersebut.

Beberapa langkah yang ditempuh antara lain meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Cara itu membutuhkan waktu dan strategi promosi yang kuat. Namun, pelaku industri perhotelan berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan asing untuk mengisi kekosongan pasar domestik.

Kemudian mendorong pariwisata domestik (domestic travelers) menjadi salah satu cara mengisi kekosongan akibat hilangnya pasar dari sektor pemerintah. Namun, efektivitas strategi itu masih menjadi tanda tanya di tengah pemangkasan anggaran nasional.

Selain itu, kolaborasi dengan pihak ketiga. PHRI saat ini tengah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Di antaranya Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), maskapai penerbangan, serta Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan segmen pasar baru.

“Kami tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Kami saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas pasar dan menciptakan segmen baru. Namun, hasilnya tidak bisa instan, setidaknya butuh 6 bulan sebelum terlihat dampaknya,” ujar dia.

Tags: dampak efisiensi anggaranefisiensi APBN 2025efisiensi belanja pemerintahindustri pariwisata lesuPHK hotel 2025
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Beralih ke Daun Pisang, Pengrajin Tahu-Tempe Jagabaya Uji Kemasan Ramah Lingkungan

Beralih ke Daun Pisang, Pengrajin Tahu-Tempe Jagabaya Uji Kemasan Ramah Lingkungan

byWandi Barboyand1 others
09/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Pengelola usaha tahu dan tempe H. Tikno di Jagabaya, Bandar Lampung mulai menguji penggunaan daun pisang sebagai...

Industri Tempe-Tahu Lampung Mulai Beralih ke Daun Pisang sebab Harga Plastik Naik

Industri Tempe-Tahu Lampung Mulai Beralih ke Daun Pisang sebab Harga Plastik Naik

byWandi Barboyand1 others
09/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Kenaikan harga plastik yang melonjak tajam mulai menekan pelaku industri tempe dan tahu di Provinsi Lampung. Pemerintah...

Harga MinyaKita di pasaran Bandar Lampung tembus Rp17 ribu per liter. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho.

Harga Minyakita di Pasar Kota Metro Tembus Rp21 Ribu per Liter

byRicky Marlyand1 others
09/04/2026

Metro (Lampost.co) -- Harga minyak goreng merek Minyakita di sejumlah pasar di Kota Metro mengalami kenaikan signifikan dan mulai sulit...

Berita Terbaru

Pemkot Bandar Lampung Lakukan Normalisasi Saluran Air di Gulak Galik
Bandar Lampung

Pemkot Bandar Lampung Lakukan Normalisasi Saluran Air di Gulak Galik

byRicky Marly
10/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Pekerjaan Umum (PU), BPBD, Damkar, dan Pol PP Kota Bandar Lampung melakukan langkah proaktif dalam...

Read moreDetails
pelatih persib bandung bojan hodak

Jelang Duel Kontra Bali United, Andrew Jung Kembali, Julio Cesar Absen

10/04/2026
08OLAHRAGA-FA1 (foto pendamping HL)-11FEB

Persib Tetap Waspadai Ancaman Borneo FC dan Kebangkitan Bali United

10/04/2026
Skuad Atletico Madrid1

Diego Simeone Puji Efisiensi Atletico Madrid Saat Bungkam Barcelona

10/04/2026
Pelatih Liverpool, Arne Slot

Arne Slot Butuhkan Atmosfer Suporter demi Singkirkan PSG dari Liga Champions

10/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.