IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 04/04/2026 07:48
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Ekonomi Indonesia 2025 Terancam Lesu, ini Buktinya

Tanpa stimulus yang memadai membuat kondisi ekonomi nasional berisiko semakin terpuruk di semester II 2025.

EffranbyEffran
21/03/25 - 17:39
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Daya beli masyarakat memengaruhi tingkat inflasi Lampung. Lampost.co/Silvia Agustina

Daya beli masyarakat memengaruhi tingkat inflasi Lampung. Lampost.co/Silvia Agustina

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Kinerja ekonomi Indonesia pada awal 2025 menunjukkan tren perlambatan. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan impor barang konsumsi turun 14,24% pada Januari-Februari 2025 dari periode yang sama tahun lalu hanya mencapai US$ 3,11 miliar. Impor konsumsi tetap menurun meski Ramadan 1446 H tiba lebih awal mengindikasikan daya beli masyarakat melemah.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual, menilai penurunan itu mencerminkan lemahnya konsumsi masyarakat, meski ada insentif sementara seperti diskon tarif listrik. Selain daya beli, turunnya impor juga karena strategi importir yang menumpuk stok akhir tahun untuk mengantisipasi kenaikan PPN yang penerapannya batal.

“Pada kuartal pertama, daya beli masyarakat tampak lemah, terutama di Jawa. Namun, di luar Jawa masih tertolong harga komoditas, seperti sawit, cokelat, dan kopi yang tinggi,” ujar David.

Sementara, berdasarkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari Bank Indonesia juga menunjukkan perlambatan. Indeks turun menjadi 126,4 dari 127,2 pada Februari 2025 dari bulan sebelumnya. Meskipun masih berada di zona optimistis, penurunan itu menunjukkan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi Indonesia pada 2025 ini.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menganggap situasi itu sebagai sinyal bahaya bagi ekonomi nasional. Ia menyoroti kinerja penerimaan pajak yang anjlok pada Januari-Februari 2025.

Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara hanya Rp 316,9 triliun, turun 20,8% dari Rp 400,36 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penerimaan pajak sebagai sumber utama pendapatan negara turun sekitar 25%, dengan penerimaan pajak Februari 2025 hanya Rp 187,8 triliun, anjlok 30,19% daripada tahun sebelumnya.

“Penurunan pajak yang signifikan itu akan membatasi kemampuan pemerintah dalam menstimulasi perekonomian,” kata Huda.

Huda memperingatkan kondisi itu akan memburuk di kuartal II dan III meski THR dan bonus Lebaran bisa mendongkrak daya beli pada Maret-April. Kemampuan pemerintah dalam menggenjot ekonomi juga semakin terbatas jika penerimaan negara terus menurun.

Defisit APBN Membesar

Kementerian Keuangan melaporkan defisit APBN per Februari 2025 mencapai Rp 31,2 triliun, berbanding terbalik dengan surplus Rp 26,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan negara mencapai Rp316,9 triliun, sedangkan belanja negara menyentuh Rp348,1 triliun.

Ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai pelemahan ekonomi sering ditandai dengan pertumbuhan melambat. Selain itu, pengangguran meningkat, stagnasi konsumsi rumah tangga, dan investasi yang merosot.

“Jika ekonomi melemah, penerimaan PPh dan PPN biasanya turun. Namun, penurunan itu juga bisa terpengaruh dari kegagalan implementasi sistem Coretax,” jelas Hidayat.

Ia memperingatkan pelebaran defisit APBN bisa memicu kebijakan pemerintah yang sulit. Beban bunga juga akan meningkat dan belanja produktif seperti infrastruktur serta kesehatan bisa terpangkas jika memilih menambah utang.

Kemudian, program subsidi dan bantuan sosial bisa terhambat jika pemerintah memangkas belanja sehingga memperparah pelemahan daya beli masyarakat.

Tanpa stimulus yang memadai membuat kondisi ekonomi nasional berisiko semakin terpuruk di semester II 2025. Pemerintah harus mencari strategi efektif untuk mengatasi anjloknya penerimaan pajak dan menstabilkan daya beli masyarakat agar ekonomi tidak semakin lesu.

Tags: daya beli turundefisit APBNEkonomi Indonesia 2025impor barang konsumsiindeks keyakinan konsumenKebijakan fiskalpajak PPhpajak PPNpenerimaan pajak anjlokpertumbuhan ekonomi lesu
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

penyebab harga plastik naik

Ekonom Unila Sebut Harga Plastik Berpotensi Turun, Tapi Tak Kembali ke Level Lama

byDenny ZYand1 others
03/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat ekonomi dari Universitas Lampung, Nairobi, menilai kenaikan harga plastik terjadi karena dua hal utama. Pertama,...

harga plastik Pesawaran

Thinwall hingga Kantong Kresek Naik, Pedagang Harap Ada Solusi Pemerintah

byDenny ZYand1 others
03/04/2026

Pesawaran (Lampost.co) -- Sejumlah pedagang kecil di Pesawaran tak luput terkena imbas dari kenaikkan harga plastik. Terutama plastik jenis kantong...

harga plastik naik

Harga Plastik Melambung, Pedagang Makanan Kompak Naikkan Harga

byDenny ZYand1 others
03/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kenaikan harga plastik yang terjadi sejak beberapa pekan lalu membuat sejumlah pedagang di Bandar Lampung menaikkan...

Berita Terbaru

Pemprov Lampung Bangun 16 KM Ruas Rigid Beton di Lampung Tengah
Lampung

Pemprov Lampung Bangun 16 KM Ruas Rigid Beton di Lampung Tengah

byRicky Marlyand1 others
04/04/2026

Gunung Sugih (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi menabuh genderang perbaikan infrastruktur jalan tahun anggaran 2026. Gubernur Lampung, Rahmat...

Read moreDetails
harga HP Tecno April 2026

Harga HP Tecno April 2026: Murah Tapi Spek Nggak Murahan

03/04/2026
planet Merkurius

Merkurius: Planet Kecil dengan Suhu Paling Ekstrem di Tata Surya

03/04/2026
Trojan Android

Ancaman di Android 2025: Trojan Perbankan Naik Drastis

03/04/2026
Kerugian yang Harus Ditanggung Amsal Sitepu

Kerugian yang Harus Ditanggung Amsal Sitepu

03/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.