• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 07:49
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Perubahan Iklim Ganggu PDRB

Perubahan iklim memberi dampak yang mengganggu kestabilan empat sektor prioritas kehidupan, yaitu sektor pertanian, sektor air, sektor kelautan dan pesisir, serta sektor kesehatan. 

Silvia AgustinaTriyadi IsworobySilvia AgustinaandTriyadi Isworo
19/02/24 - 16:55
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Lokakarya Kerentanan dan Risiko Iklim Sektor Pertanian Lampung di Hotel Horison Bandar Lampung, Senin, (19/2). (Lampost/Silvia)

Lokakarya Kerentanan dan Risiko Iklim Sektor Pertanian Lampung di Hotel Horison Bandar Lampung, Senin, (19/2). (Lampost/Silvia)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Perubahan iklim memberi dampak yang mengganggu kestabilan empat sektor prioritas kehidupan, yaitu sektor pertanian, sektor air, sektor kelautan dan pesisir, serta sektor kesehatan.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Lianurzen mengatakan potensi bahaya perubahan iklim di Lampung secara luas dapat berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

“Pada tahun 2022, PDRB Lampung yang dikontribusikan dari sektor tanaman pangan sebesar 9,03 persen dan perikanan sebesar 5,19 persen. Adanya potensi bahaya di empat sektor tersebut, maka nilai PDRB ini dapat terganggu,” ujarnya dalam agenda Lokakarya Kerentanan dan Risiko Iklim Sektor Pertanian Lampung di Hotel Horison Bandar Lampung, Senin, (19/2).

Baca Juga :

Perdagangan Lesu Akibat Beras Mahal

Potensi penurunan produksi padi Provinsi Lampung masuk kategori tinggi yang mencapai 10,1-17,5 persen. Penurunan ketersediaan air diproyeksikan sebesar 12,4 persen di tahun 2024 dengan potensi kekeringan yang masih masuk dalam kategori rendah.

“Diperlukan transformasi dan transisi sistem untuk mengurangi kerentanan dan risiko terkait iklim. Melalui pembangunan berketahanan iklim yang meliputi iklim, ekosistem termasuk keanekaragaman hayati, dan kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Mitra Bentala, Rizani menuturkan dampak perubahan iklim bagi sektor pertanian memerlukan penanganan kolaboratif dari berbagai pihak. Baik dari unsur masyarakat petani, pemerintah, maupun stakeholder terkait.

Baca Juga :

Operasi Pasar Murah di Lambar Mulai Besok, Ini Lokasinya

“Forum lokakarya yang mempertemukan unsur pemerintah dan masyarakat dapat menjadi jembatan. Masyarakat bisa bercerita tentang situasi yang mereka hadapi,” kata dia.

Dukungan pemerintah sangat penting bagi ketahanan sektor pertanian di tengah perubahan iklim. Seperti pemetaan masalah-masalah terkait pengairan dan program-program antisipasi lain yang dapat mendukung keberlanjutan sektor ini.

“Kita tahu bahwa di penghujung 2023 kemarin saja kemarau panjang memberikan pengaruh bagi sistem pertanian kita. Ini juga berdampak ke sisi pendapatan petani dan ketersediaan produk pertanian,” ungkapnya.

Baca Juga :

KPPU Dalami Kelangkaan dan Tingginya Harga Beras

Rizani menyebut beberapa wilayah di Lampung yang masuk kategori super prioritas untuk segera dilakukan penerapan strategi climate smart agriculture dalam mempertahankan produksi pangan antaralain Pesawaran, Lampung Timur, dan Lampung Selatan.

“Kita harap program-program pemerintah langsung ditujukan kepada petani. Terutama lahan-lahan yang disinyalir mengalami kekeringan, terutama sawah. Kan kita salah satu provinsi lumbung pangan,” jelasnya.

SILVIA AGUSTINA

 

Tags: GangguaniklimPDRBPERTANIAN
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Hardjuno Wiwoho menyoal pencabutan HGU SGC.

Pengamat Hukum Hardjuno Nilai Pencabutan HGU SGC Bisa Rusak Kredibilitas Investasi Indonesia

bySri Agustina
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--Pencabutan Hak Guna Usaha (HGU) Sugar Group Companies (SGC) seluas 85.000 hektare di Provinsi Lampung oleh Menteri Agraria dan...

Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

byAtikaand1 others
25/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Akademisi Universitas Lampung (Unila) Saring Suhendro menilai Lampung memiliki modal alam yang relatif kuat untuk masuk...

Pendanaan Karbon Jadi Alternatif Biaya Konservasi Hutan Lampung

Pendanaan Karbon Jadi Alternatif Biaya Konservasi Hutan Lampung

byAtikaand1 others
25/01/2026

silviBandar Lampung (Lampost.co) -- Pendanaan karbon berpotensi menjadi sumber pembiayaan alternatif untuk menjawab keterbatasan anggaran konservasi hutan Lampung. Poin penting...

Berita Terbaru

Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Hardjuno Wiwoho menyoal pencabutan HGU SGC.
Advertorial

Pengamat Hukum Hardjuno Nilai Pencabutan HGU SGC Bisa Rusak Kredibilitas Investasi Indonesia

bySri Agustina
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--Pencabutan Hak Guna Usaha (HGU) Sugar Group Companies (SGC) seluas 85.000 hektare di Provinsi Lampung oleh Menteri Agraria dan...

Read moreDetails
Langit mendung menyelimuti Masjid Raya Al Bakrie Bandar Lampung dan sekitarnya. BMKG menyampaikan prakiraan cuaca Lampung berawan berpotensi hujan. (Foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)

Senin, 26 Januari 2026, Lampung Berawan Berpotensi Hujan

26/01/2026
Gempa bumi terjadi di wilayah Tanggamus, Senin, 26 Januari 2026 pukul 00:27:20 WIB dengan kekuatan 2.7 magnitudo. Dok BMKG

Tanggamus Diguncang Gempa 2.7 Magnitudo

26/01/2026
Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

25/01/2026
Vaksinasi

Cegah Penularan Super Flu, Pemprov Sediakan Vaksinasi di Faskes

25/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.