Jakarta (Lampost.co)–– Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut pihaknya ambil menyusul gejolak tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dalam dua hari perdagangan terakhir terperosok drastis dari kisaran 9.000 ke level 7.000-an.
Iman menegaskan pengundurannya merupakan bentuk tanggung jawab pribadi atas dinamika ekstrem yang terjadi di pasar modal Indonesia. Menurutnya, langkah mundur menjadi pilihan terbaik demi menjaga kepercayaan investor serta stabilitas pasar ke depan.
“Walaupun kondisi IHSG pagi ini sudah membaik, saya ingin menyampaikan pernyataan tanpa sesi tanya jawab. Sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dua hari terakhir. Saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman dalam pernyataannya.
Pada perdagangan pagi ini, IHSG memang menunjukkan tanda pemulihan. Hingga pukul 09.25 WIB, indeks tercatat melonjak 102,68 poin atau sekitar 1,25 persen ke level 8.334,882.
Meski demikian, Iman menilai perbaikan jangka pendek tersebut tidak mengubah keputusan yang telah ia ambilnya. Iman berharap langkah tersebut justru dapat membawa sentimen positif bagi pasar modal nasional.
“Saya berharap ini yang terbaik untuk pasar modal Indonesia. Mudah-mudahan indeks yang pagi ini dibuka membaik akan terus menunjukkan tren positif di hari-hari berikutnya,” katanya.
BEI Siapkan Plt Direktur Utama
Terkait pengisian jabatan Direktur Utama BEI, Iman menyampaikan proses pergantian akan berjalan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) perseroan. Dalam waktu dekat, BEI akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama sebelum ditetapkannya pimpinan definitif.
“Seluruh dokumentasi dan mekanisme administrasi akan mengikuti anggaran dasar. Akan ada Plt Direktur Utama sampai ditunjuk Direktur Utama definitif yang baru,” jelasnya.
Di akhir pernyataan, Iman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran dan pemangku kepentingan yang telah bekerja sama selama masa kepemimpinannya. Ia tak lupa menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama menjabat.
“Terima kasih atas kebersamaan kita selama tiga hingga empat tahun terakhir. Jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama saya memimpin, saya mohon maaf,” tutup Iman.








