Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun Awal Tahun

Pertamina resmi menurunkan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi per 1 Januari 2026.

Editor Lulu
Jumat, 02 Januari 2026 00.08 WIB
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun Awal Tahun
Ilustrasi. (Dok. Lampost.co)

Jakarta (Lampost.co) — PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi. Penyesuaian harga tersebut berlaku mulai 1 Januari 2026.

Poin Penting:

  • Harga Pertamax turun mulai 1 Januari 2026.

  • Penyesuaian mengacu harga minyak dunia.

  • Harga berbeda sesuai PBBKB daerah.

Selain Pertamax, penurunan harga juga mencakup Pertamax Series dan Dex Series. Oleh karena itu, konsumen mendapat angin segar di awal tahun.

Mengacu laman resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax RON 92 turun signifikan. Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax kini menjadi Rp12.350 per liter dari sebelumnya Rp12.750 per liter. Dengan demikian, terjadi penurunan Rp400 per liter.

Baca juga: Pertamina Pastikan Ketahanan dan Pelayanan BBM selama Nataru

Selain itu, harga Pertamax Turbo RON 98 ikut menyesuaikan. Harga Pertamax Turbo kini menjadi Rp13.400 per liter yang sebelumnya Rp13.750 per liter. Penyesuaian tersebut memperkuat daya saing BBM berkualitas tinggi.

Produk ramah lingkungan Pertamax Green 95 juga mengalami penurunan. Harga Pertamax Green kini Rp13.150 per liter.

Pada Desember 2025, harga Pertamax Green tercatat Rp13.500 per liter. Artinya, konsumen menikmati penurunan Rp350 per liter.

Selain bensin, BBM jenis diesel turut mengalami penyesuaian. Harga Dexlite kini turun menjadi Rp13.500 per liter dari sebelumnya Rp14.700 per liter. Dengan demikian, Dexlite turun cukup tajam sebesar Rp1.200 per liter.

Sementara itu, harga Pertamina Dex juga ikut turun. Harga Pertamina Dex kini menjadi Rp13.600 per liter. Sebelumnya, harga Pertamina Dex tercatat Rp15.000 per liter. Penurunan ini menjadi salah satu yang terbesar awal 2026.

BBM Subsidi Stabil

Namun, harga BBM bersubsidi tetap stabil. Harga Pertalite RON 90 tidak berubah tetap Rp10.000 per liter. Sementara itu, harga solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, menjelaskan dasar kebijakan tersebut. Menurutnya, Pertamina menyesuaikan harga secara berkala. Penyesuaian harga mengikuti formula harga dari pemerintah.

Selain itu, Pertamina mempertimbangkan tren harga minyak dunia. Acuan tersebut meliputi publikasi Argus dan Mean of Platts Singapore. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi pertimbangan.

Robert menegaskan Pertamina menjaga harga tetap kompetitif. Menurutnya, Pertamax Series dan Dex Series bersaing dengan produk sejenis.

Meski demikian, harga BBM dapat berbeda di tiap daerah. Perbedaan karena pengaruh pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Sebab, penetapan besaran PBBKB oleh masing-masing pemerintah provinsi. Karena itu, harga BBM di luar DKI Jakarta bisa berbeda.

Pertamina mengimbau masyarakat memantau kanal resmi perusahaan. Langkah tersebut penting untuk memastikan harga BBM terbaru.

Harapannya, penurunan harga BBM nonsubsidi meringankan beban masyarakat. Selain itu, kebijakan ini menjaga stabilitas konsumsi energi nasional.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI