Jakartaq (Lampost.co) — Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk mengalami koreksi tajam pada awal Februari 2026. Nilai logam mulia ini merosot hingga ratusan ribu rupiah dalam waktu singkat.
Kondisi pasar global menjadi penyebab utama penurunan harga yang cukup drastis ini. Para investor mulai melepas aset aman mereka karena penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed memutuskan menahan suku bunga acuan pekan lalu. Keputusan ini mengecewakan pelaku pasar yang mengharapkan pelonggaran moneter lebih lanjut.
Suku bunga acuan AS kini bertahan pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Langkah tersebut langsung memicu penguatan indeks dolar di pasar internasional.
Data Pergerakan Harga Emas Februari 2026
| Jenis Produk | Harga 31 Januari 2026 | Harga 1 Februari 2026 | Selisih Penurunan |
|---|---|---|---|
| Emas Antam 1 Gram | Rp3.432.000 | Rp3.146.000 | Rp286.000 |
| Emas UBS 1 Gram | Rp3.186.000 | Rp2.996.000 | Rp190.000 |
| Emas Galeri24 1 Gram | Rp3.171.000 | Rp2.981.000 | Rp190.000 |
Analis pasar komoditas menyebutkan bahwa emas sedang memasuki fase konsolidasi teknikal. Kenaikan harga yang terlalu tinggi pada akhir 2025 memicu aksi ambil untung massal.
Ibrahim Assuaibi selaku pengamat pasar memprediksi harga emas masih bisa turun lebih dalam lagi. Ia menyebut level penopang kuat berada pada kisaran Rp2,8 juta per gram.
Apabila tekanan jual terus berlanjut, emas kemungkinan akan menguji level harga terendah baru. Namun, ketegangan geopolitik global tetap bisa menjadi faktor pendukung harga di masa depan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memberikan pengaruh besar terhadap sentimen pasar saat ini. Trump mengisyaratkan akan mencari pengganti Jerome Powell sebagai Ketua Fed pada Mei 2026.
Strategi Investasi Menghadapi Koreksi Harga
Para ahli menyarankan investor untuk tidak melakukan pembelian secara terburu-buru saat ini. Strategi beli secara bertahap jauh lebih aman untuk memitigasi risiko volatilitas tinggi.
Fokuslah pada tujuan investasi jangka panjang agar tidak terjebak dalam fluktuasi harian. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang sangat baik di tengah ketidakpastian ekonomi.
Koreksi harga ini sebenarnya bisa menjadi peluang emas bagi investor baru untuk masuk. Pastikan Anda selalu memantau perkembangan kebijakan ekonomi global melalui sumber berita terpercaya.








