Bandar Lampung (Lampost.co) — Penipuan di internet kitu menggunakan reputasi perusahaan besar, seperti Apple dan Microsoft untuk mengelabui korban. Masyarakat pun harus lebih waspada, terutama saat perusahaan-perusahaan itu meluncurkan produk baru.
Modus penipuan di internet itu berpotensi menguras rekening korban melalui link palsu. Para penipu memanfaatkan peluncuran produk baru atau update software untuk menyebarkan iklan palsu dan phishing. Pelaku menyamarkan diri sebagai perwakilan dari perusahaan besar dan berharap korban lengah serta mengklik link palsu.
Direktur Keamanan dari The National Cybersecurity Alliance, Cliff Steinhauer, mengatakan para penipu menggunakan reputasi merek besar untuk menipu masyarakat. “Siapa yang tidak mengenal Apple atau Microsoft?” katanya.
Modus operandi penipuan itu sering melibatkan iklan palsu yang tampil di mesin pencari populer, seperti Google atau Bing.
Penipuan itu dengan istilah malvertising karena penipu membayar untuk menampilkan iklan palsu yang terlihat seperti berasal dari perusahaan asli. Contohnya, saat seseorang mencari dukungan teknis untuk Microsoft, bisa saja muncul iklan palsu dengan nomor telepon penipu.
“Sering kali orang-orang yang mengalami masalah dengan komputer mencari bantuan online. Namun, yang mereka temukan adalah nomor penipu, bukan nomor asli,” kata Jerome Segura, Direktur Senior Penelitian di Malwarebytes.
Selain iklan palsu, penipuan juga kerap melalui email phishing. Pesan itu kerap mengaku berasal dari perusahaan besar, seperti Microsoft, Paypal, atau McAfee. Email tersebut berisi link atau lampiran yang dapat menginfeksi perangkat korban dengan malware atau mencuri informasi pribadi.
Penipu semakin pintar dengan menggunakan AI dan logo perusahaan untuk membuat penipuan lebih terlihat nyata.
AI bisa membuat email atau situs web yang sangat mirip dengan aslinya sehingga sulit untuk orang awam kenali. Hal itu menambah tingkat kesulitan dalam membedakan penipuan online.
Ada beberapa langkah pencegahan agar tidak menjadi korban penipuan:
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update