Bandar Lampung (Lampost.co) — Kinerja industri pengolahan di Lampung menunjukkan perkembangan signifikan. Pada semester I-2025, sektor itu tumbuh 9,37 persen secara tahunan. Capaian tersebut mencerminkan penguatan hilirisasi di daerah.
Pengamat Ekonomi Lampung, Asrian Hendi Caya, menilai pertumbuhan pesat tersebut memberi kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Khususnya dari industri makanan dan minuman yang banyak pelaku UMKM gerakkan.
“Ini kondisi yang baik karena pertumbuhan ada pada industri makanan dan minuman, artinya UMKM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hilirisasi yang sedang berkembang perlu terus ada penguatan dengan menciptakan ekosistem industri yang sehat. Selain itu, kebijakan yang konsisten dan terukur agar Lampung semakin menarik bagi investor maupun dunia usaha.
“Jadi perlu wujudkan ekosistem industri yang baik, ramah investasi dan dunia usaha,” kata dia.
Menurutnya, arah kebijakan untuk mendorong hilirisasi ke depan harus lebih jelas dan berpola. Lampung memiliki keunggulan dari hasil bumi yang bisa terolah menjadi produk bernilai tambah.
“Kami punya potensi besar dengan hasil bumi yang menjadi bahan baku, misalnya singkong. Tapi, ini juga butuh kepastian kebijakan dari pemerintah agar ada kepastian usaha bagi para pelaku usaha dan investor,” jelasnya.
Dia menambahkan, keberhasilan hilirisasi juga dari penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan pengembangan pasar produk olahan.
Langkah tersebut membuat nilai tambah dari komoditas Lampung semakin besar dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. “Lampung juga harus aktif memperluas pasar dengan membidik daerah yang potensi kebutuhannya besar terhadap komoditas kita,” tuturnya.
Posisi Lampung yang strategis sebagai pintu gerbang Sumatra menjadi modal penting dalam mempercepat distribusi produk hilirisasi. Akses transportasi darat, laut, dan udara dapat mendukung pengiriman hasil olahan ke berbagai wilayah, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Strategi yang konsisten itu akan membuat hilirisasi menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi Lampung. Selain memperkuat industri pengolahan, tetapi juga meningkatkan pendapatan daerah, memperluas kesempatan kerja, dan menumbuhkan UMKM berbasis komoditas lokal.








