Jakarta (Lampost.co)–– Setelah dua hari berturut-turut tertekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menunjukkan sinyal kebangkitan.
Pada pembukaan perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, IHSG langsung menguat dan bergerak di level 8.308,725.
Mengacu data RTI hingga pukul 09.25 WIB, IHSG melesat 102,68 poin atau 1,25 persen ke posisi 8.334,882. Aksi beli terlihat dominan sejak awal perdagangan, tercermin dari menguatnya 528 saham emiten. Sementara itu, 117 saham tercatat melemah dan 69 saham bergerak stagnan.
Nilai transaksi pagi ini terbilang ramai. Hingga pukul 09.25 WIB, total transaksi mencapai Rp7,377 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 10,655 miliar saham, menandakan minat investor mulai kembali pulih.
Baca juga: Guncangan IHSG Berujung Mundurnya Direktur Utama BEI
Masih Berpeluang Berfluktuasi
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai penguatan IHSG masih berpotensi diwarnai pergerakan fluktuatif. Meski demikian, ia menegaskan pasar masih berada di zona aman selama IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 8.050.
“Support IHSG berada di kisaran 8.050–8.100, sementara resist berada di rentang 8.300–8.400,” ujar Fanny dalam riset hariannya.
Sebagai catatan, pada perdagangan Kamis (29/1), IHSG ditutup melemah 1,06 persen dengan tekanan jual investor asing yang cukup besar, mencapai Rp5,11 triliun. Saham-saham perbankan dan komoditas menjadi sasaran utama aksi jual asing, di antaranya BBCA, BMRI, BBNI, ANTM, serta TLKM.
Sentimen Global Masih Campuran
Dari global, bursa Wall Street bergerak bervariasi pada Kamis (29/1). Tekanan terutama datang dari saham Microsoft usai merilis laporan keuangan terbaru, serta sikap investor yang masih mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed. Indeks S&P 500 turun 0,13 persen, Nasdaq Composite melemah 0,72 persen, sementara Dow Jones Industrial Average justru menguat tipis 0,11 persen.
Di kawasan Asia, pergerakan pasar juga cenderung beragam. Indeks Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,03 persen dan Topix menguat 0,28 persen. Bursa Korea Selatan tampil solid dengan Kospi naik 0,98 persen dan Kosdaq melonjak 2,73 persen. Di sisi lain, S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,07 persen dan Taiex Taiwan melemah 0,82 persen.
Dengan kombinasi sentimen domestik dan global yang masih dinamis, pelaku pasar diperkirakan akan tetap selektif, meski optimisme mulai kembali menyelimuti perdagangan saham hari ini.








