• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 20/01/2026 05:57
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Ini 7 Alasan Banyaknya Perusahaan Pecat Generasi Z dari Pekerjaan

Generasi Z atau yang sering kita sebut Gen Z kini sudah mulai banyak yang terjun ke dunia kerja. 

Ricky MarlyMedcombyRicky MarlyandMedcom
17/11/24 - 11:16
in Ekonomi dan Bisnis, Humaniora
A A
Suasana kantor.

Suasana kantor. (dok. pixabay.com)

Jakarta (Lampost.co) — Generasi Z atau yang sering kita sebut Gen Z kini sudah mulai banyak yang terjun ke dunia kerja.

Namun ada yang cukup mencengangkan berdasarkan survei dari Intelligent.com dengan melibatkan 966 pemimpin usaha yang dilaporkan pada September 2024.

Survei ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan memilih untuk memecat karyawan dari generasi Z ini.

Baca Juga:

Soft Skill Generasi Z: Kunci Sukses untuk Masa Depan Lebih Baik

Apa yang sebenarnya terjadi? Berikut ini ada tujuh alasan mengapa banyak perusahaan mengambil langkah tersebut:

1. Kurang Motivasi dan Inisiatif

Salah satu alasan utama yang sering perusahaan sampaikan adalah kurangnya motivasi dan inisiatif dari karyawan Gen Z.

Menurut survei, hampir 50% perusahaan melaporkan bahwa karyawan dari generasi ini cenderung pasif dan tidak menunjukkan kemauan untuk berkembang.

 

2. Kemampuan Komunikasi yang Lemah

Kemampuan komunikasi juga menjadi sorotan. Sebanyak 39% perusahaan menyatakan bahwa banyak karyawan Gen Z kesulitan berkomunikasi dengan baik, terutama dalam lingkungan profesional. Hal ini mempengaruhi efektivitas kerja dan kolaborasi dalam tim.

 

3. Sikap Tidak Profesional

Sikap tidak profesional juga menjadi salah satu alasan di balik pemecatan Gen Z. Sebanyak 19% perusahaan melaporkan bahwa karyawan sering kali datang terlambat, berpakaian tidak sesuai, atau menggunakan bahasa yang kurang pantas di lingkungan kerja.

 

4. Sulit Menghadapi Kritik dan Masukan

Gen Z juga mendapat penilaian yakni sulit menerima kritik dan masukan. Sebanyak 54% perusahaan mengatakan bahwa karyawan dari generasi ini tidak merespon dengan baik ketika mendapat umpan balik mengenai kinerja mereka. Sikap defensif ini membuat mereka sulit untuk berkembang.

 

5. Kurang Persiapan untuk Dunia Kerja

Banyak perusahaan merasa bahwa karyawan Gen Z belum siap untuk menghadapi dunia kerja yang sebenarnya.

Mereka cenderung kurang pengalaman praktis dan tidak terbiasa dengan dinamika budaya kerja. Hal ini menyebabkan 53% perusahaan menganggap mereka belum cukup matang untuk bekerja secara mandiri.

 

6. Beban Kerja yang Sulit Dikelola

Sebagian perusahaan juga menemukan bahwa karyawan Gen Z sering kewalahan dengan beban kerja yang mereka dapatkan.

Sekitar 21% manajer menyatakan bahwa Gen Z kerap kali merasa tidak mampu mengelola pekerjaan yang mereka dapatkan. Kondisi ini berujung pada penurunan produktivitas.

 

7. Kurangnya Etos Kerja

Lebih dari separuh manajer perekrutan (55%) merasa bahwa karyawan Gen Z tidak memiliki etos kerja yang kuat. Mereka sering mendapat penilaian karena kurang gigih dalam menyelesaikan tugas. Kemudian tidak bersemangat dan tidak berinisiatif untuk mengambil tanggung jawab lebih.

Tags: dunia kerjakaryawanPecatPERUSAHAANSurvei
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kebut Pembangunan Tanggul di Way Kambas

Kebut Pembangunan Tanggul di Way Kambas

byWandi Barboyand1 others
19/01/2026

Sukadana (Lampost.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat pembangunan tanggul pengaman di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) untuk menekan konflik...

Pulihkan Ekosistem Seluas 1.286,84 Ha Sepanjang 2021-2024

Pulihkan Ekosistem Seluas 1.286,84 Ha Sepanjang 2021-2024

byWandi Barboyand1 others
19/01/2026

Sukadana (Lampost.co): Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung melakukan pemulihan ekosistem di kawasan konservasi seluas 1.286,84 hektare sepanjang periode...

Balai TNWK Perkuat Pengamanan Cegah Konflik Satwa Liar dan Masyarakat

Balai TNWK Perkuat Pengamanan Cegah Konflik Satwa Liar dan Masyarakat

byWandi Barboyand1 others
19/01/2026

Sukadana (Lampost.co) – Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) memperkuat infrastruktur pengamanan kawasan taman nasional. Hal itu untuk mencegah terjadinya...

Berita Terbaru

Ricky Harun
Hiburan

Dituding Karaoke Bersama LC, Ricky Harun Beri Respons Bijak di Media Sosial

byNana Hasan
19/01/2026

Jakarta (Lampost.co) - Nama aktor Ricky Harun mendadak menjadi sorotan utama di berbagai platform media sosial. Hal ini terjadi setelah...

Read moreDetails
Lisa Blackpink

Lisa BLACKPINK Syuting Film Netflix ‘Tygo’ di Bandung, Lokasi Stone Garden Jadi Sorotan

19/01/2026
dr richard lee

Alasan dr. Richard Lee Batal Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Perlindungan Konsumen

19/01/2026
Kebut Pembangunan Tanggul di Way Kambas

Kebut Pembangunan Tanggul di Way Kambas

19/01/2026
ahmad dhani siap untuk inara rusli

Ahmad Dhani Hebohkan Panggung, Mengaku ‘Siap’ Untuk Inara Rusli

19/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.