• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Minggu, 30/11/2025 05:24
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Ini Tantangan Pertanian Lampung yang Terus Merosot

Sumbangan sektor itu terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai lebih dari 20 persen

EffranSilvia AgustinabyEffranandSilvia Agustina
02/09/25 - 17:45
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Pertanian di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. (DOK. DISKOMINFO LAMSEL)

Ilustrasi. (DOK. DISKOMINFO LAMSEL)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Sektor pertanian masih memegang peran penting dalam struktur perekonomian Lampung.

Sumbangan sektor itu terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai lebih dari 20 persen sehingga menjadi penyumbang terbesar daripada sektor lain seperti industri dan perdagangan. Namun, dalam 13 tahun terakhir pertumbuhan sektor pertanian terus mengalami penurunan.

Pengamat pertanian Universitas Lampung, Teguh Endaryanto, mengatakan penurunan itu tidak lepas dari rendahnya produktivitas sejumlah komoditas unggulan daerah.

“Salah satunya memang karena produktivitas untuk beberapa komoditas itu masih kurang tinggi. Kopi produktivitasnya baru sekitar satu ton, lada sekitar 500 kg, singkong sekitar 27 ton per hektare. Sedangkan di tempat lain bisa mencapai 35 ton per hektare,” ujar Teguh, Selasa, 2 September 2025.

Tantangan Besar Pertanian

Selain itu, tantangan besar lainnya ada pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Tingkat pendidikan tenaga kerja pertanian di Lampung tercatat masih relatif rendah. Sehingga, memengaruhi daya saing dan kemampuan mengembangkan usahatani yang lebih modern dan efisien.

“SDM dari sisi pendidikan masih relatif rendah di tingkat menengah ke bawah. Bagaimana meningkatkan produktivitas kalau SDM masih rendah, makanya perlu mendorong peningkatan SDM,” kata dia.

Menurut dia, perubahan struktur ekonomi memang tidak bisa terhindarkan. Dalam banyak kasus kontribusi pertanian cenderung menurun seiring pertumbuhan sektor industri.

Namun, kondisi itu mestinya tidak mengurangi perhatian terhadap penguatan produktivitas pertanian yang justru harus mendorong pengembangan hilirisasi. Sehingga, produk petani memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Saya berharap produk pertanian itu naik ke industrinya, hilirisasi jangan jual mentah, tapi produk dengan nilai tambah. Coba buat diversifikasi produk. Sehingga tidak banyak ekspor dalam bentuk bahan baku. Kalau ada dorongab industrialisasi akan berdampak pada ekonomi masyarakat menjadi tinggi,” ujarnya.

Kemudian, tantangan lain yang perlu menjadi perhatian adalah perkembangan nilai tukar petani (NTP). Indikator itu memang berada di atas angka 100. Artinya, petani masih memiliki nilai jual lebih besar daripada pengeluaran.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir tren NTP menunjukkan penurunan yang bisa berdampak pada kesejahteraan petani. “Itu harus dicermati, jangan sampai ekonomi naik, tapi tren NTP turun,” kata dia.

Tags: PDRBperekonomian lampungpertanian lampung
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Penyaluran bantuan sosial (Bansos) program sembako untuk 15.578 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.(Foto:Dok/Lampost.co)

Bansos untuk Warga Lampung pada 2025 Tembus Rp22,96 Triliun, Ini Daerah Penerima Terbesar

byEffran
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kantor Wilayah DJPb Kementerian Keuangan Lampung mencatat penyaluran bantuan sosial pemerintah pusat mencapai Rp22,96 triliun selama...

Desa Simpang Mesuji mulai lakukan pembangunan fisik tahun 2024. dengan menggunakan anggaran dana desa (Foto:Lampost/Ridwan Anas)

Penyaluran Dana Desa Lampung 2025 Tembus Rp1,95 Triliun, Ini Rincian per Kabupaten

byEffran
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Keuangan mencatat penyaluran Dana Desa Lampung 2025 di Lampung mencapai Rp1,95 triliun hingga 30 September...

Harga Emas 29 November 2025 Meroket

byEffran
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat untuk perdagangan pada Sabtu, 29 November 2025....

Berita Terbaru

Persija vs PSIM
Bola

Persija Rayakan Ulang Tahun Ke-97 dengan Kalahkan PSIM 2-0

byIsnovan Djamaludinand1 others
30/11/2025

Jakarta (Lampost.co)–Persija Jakarta merayakan ulang tahun ke-97 yang jatuh pada 28 November dengan kemenangan 2-0 atas PSIM Yogyakarta pada pertandingan...

Read moreDetails
Pembalakan Hutan Liar Disebut Jadi Biang Kerok Banjir Sumut

Pembalakan Hutan Liar Disebut Jadi Biang Kerok Banjir Sumut

30/11/2025
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster

Paul Munster Sebut Bhayangkara Masih Terkendala Penyelesaian Akhir

29/11/2025
Pelatih sementara Persebaya, Uston Nawawi

Uston Agak Kecewa Persebaya Diimbangi Bhayangkara

29/11/2025
Desa Way Kalam Didorong Jadi Pusat Ekonomi Karbon

Desa Way Kalam Didorong Jadi Pusat Ekonomi Karbon

29/11/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.