• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 07:49
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Ini Tantangan Pertanian Lampung yang Terus Merosot

Sumbangan sektor itu terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai lebih dari 20 persen

EffranSilvia AgustinabyEffranandSilvia Agustina
02/09/25 - 17:45
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Pertanian di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. (DOK. DISKOMINFO LAMSEL)

Ilustrasi. (DOK. DISKOMINFO LAMSEL)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Sektor pertanian masih memegang peran penting dalam struktur perekonomian Lampung.

Sumbangan sektor itu terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai lebih dari 20 persen sehingga menjadi penyumbang terbesar daripada sektor lain seperti industri dan perdagangan. Namun, dalam 13 tahun terakhir pertumbuhan sektor pertanian terus mengalami penurunan.

Pengamat pertanian Universitas Lampung, Teguh Endaryanto, mengatakan penurunan itu tidak lepas dari rendahnya produktivitas sejumlah komoditas unggulan daerah.

“Salah satunya memang karena produktivitas untuk beberapa komoditas itu masih kurang tinggi. Kopi produktivitasnya baru sekitar satu ton, lada sekitar 500 kg, singkong sekitar 27 ton per hektare. Sedangkan di tempat lain bisa mencapai 35 ton per hektare,” ujar Teguh, Selasa, 2 September 2025.

Tantangan Besar Pertanian

Selain itu, tantangan besar lainnya ada pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Tingkat pendidikan tenaga kerja pertanian di Lampung tercatat masih relatif rendah. Sehingga, memengaruhi daya saing dan kemampuan mengembangkan usahatani yang lebih modern dan efisien.

“SDM dari sisi pendidikan masih relatif rendah di tingkat menengah ke bawah. Bagaimana meningkatkan produktivitas kalau SDM masih rendah, makanya perlu mendorong peningkatan SDM,” kata dia.

Menurut dia, perubahan struktur ekonomi memang tidak bisa terhindarkan. Dalam banyak kasus kontribusi pertanian cenderung menurun seiring pertumbuhan sektor industri.

Namun, kondisi itu mestinya tidak mengurangi perhatian terhadap penguatan produktivitas pertanian yang justru harus mendorong pengembangan hilirisasi. Sehingga, produk petani memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Saya berharap produk pertanian itu naik ke industrinya, hilirisasi jangan jual mentah, tapi produk dengan nilai tambah. Coba buat diversifikasi produk. Sehingga tidak banyak ekspor dalam bentuk bahan baku. Kalau ada dorongab industrialisasi akan berdampak pada ekonomi masyarakat menjadi tinggi,” ujarnya.

Kemudian, tantangan lain yang perlu menjadi perhatian adalah perkembangan nilai tukar petani (NTP). Indikator itu memang berada di atas angka 100. Artinya, petani masih memiliki nilai jual lebih besar daripada pengeluaran.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir tren NTP menunjukkan penurunan yang bisa berdampak pada kesejahteraan petani. “Itu harus dicermati, jangan sampai ekonomi naik, tapi tren NTP turun,” kata dia.

Tags: PDRBperekonomian lampungpertanian lampung
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Hardjuno Wiwoho menyoal pencabutan HGU SGC.

Pengamat Hukum Hardjuno Nilai Pencabutan HGU SGC Bisa Rusak Kredibilitas Investasi Indonesia

bySri Agustina
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--Pencabutan Hak Guna Usaha (HGU) Sugar Group Companies (SGC) seluas 85.000 hektare di Provinsi Lampung oleh Menteri Agraria dan...

Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

byAtikaand1 others
25/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Akademisi Universitas Lampung (Unila) Saring Suhendro menilai Lampung memiliki modal alam yang relatif kuat untuk masuk...

Pendanaan Karbon Jadi Alternatif Biaya Konservasi Hutan Lampung

Pendanaan Karbon Jadi Alternatif Biaya Konservasi Hutan Lampung

byAtikaand1 others
25/01/2026

silviBandar Lampung (Lampost.co) -- Pendanaan karbon berpotensi menjadi sumber pembiayaan alternatif untuk menjawab keterbatasan anggaran konservasi hutan Lampung. Poin penting...

Berita Terbaru

Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Hardjuno Wiwoho menyoal pencabutan HGU SGC.
Advertorial

Pengamat Hukum Hardjuno Nilai Pencabutan HGU SGC Bisa Rusak Kredibilitas Investasi Indonesia

bySri Agustina
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--Pencabutan Hak Guna Usaha (HGU) Sugar Group Companies (SGC) seluas 85.000 hektare di Provinsi Lampung oleh Menteri Agraria dan...

Read moreDetails
Langit mendung menyelimuti Masjid Raya Al Bakrie Bandar Lampung dan sekitarnya. BMKG menyampaikan prakiraan cuaca Lampung berawan berpotensi hujan. (Foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)

Senin, 26 Januari 2026, Lampung Berawan Berpotensi Hujan

26/01/2026
Gempa bumi terjadi di wilayah Tanggamus, Senin, 26 Januari 2026 pukul 00:27:20 WIB dengan kekuatan 2.7 magnitudo. Dok BMKG

Tanggamus Diguncang Gempa 2.7 Magnitudo

26/01/2026
Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

25/01/2026
Vaksinasi

Cegah Penularan Super Flu, Pemprov Sediakan Vaksinasi di Faskes

25/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.