Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan strategi jangka panjang untuk memperkuat Koperasi Digital Merah Putih (KDMP) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Poin Penting
- Pemkot Bandar Lampung menyiapkan strategi jangka panjang untuk memperkuat KDMP.
- Pengurus KDMP mendapat pendampingan khusus dalam pemanfaatan marketplace.
- KDMP dirancang untuk memotong rantai tataniaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Skema bisnis memungkinkan koperasi bekerja sama langsung dengan distributor dan bank Himbara.
Pembinaan dilakukan sejak awal melalui penyuluh khusus UMKM dan koperasi, termasuk pendampingan dalam pemanfaatan platform marketplace untuk memperluas jangkauan pasar.
baca juga : 126 KDMP di Bandar Lampung Telah Berbadan Hukum
Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandar Lampung, Rahma, menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan pemahaman kepada para pengurus KDMP agar mampu mengikuti perubahan pola bisnis yang semakin digital.
“Untuk mengikuti tantangan kemajuan zaman, sejak awal kita sudah sampaikan kepada para pengurus KDMP. Kita juga ada penyuluh khusus untuk UMKM dan koperasi, nanti kita bantu agar mereka lebih paham soal marketplace,” ujarnya.
Keberadaan KDMP dirancang untuk memotong rantai tataniaga di tingkat lokal. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah simpan pinjam, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
“Roadmap ke depan, tujuan KDMP ini untuk memotong rantai tataniaga, untuk meningkatkan usaha di tingkat kelurahan, memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Untuk meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat,” kata dia.
Skema bisnis yang disiapkan Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mendorong KDMP agar dapat berhubungan langsung dengan distributor. Dengan sistem ini, harga barang menjadi lebih terjangkau dan roda ekonomi dapat berjalan lebih efisien.
“Skema bisnisnya nanti koperasi langsung berkomunikasi dengan distributor, mungkin dengan perusahaan pengelola atau mungkin bank Himbara untuk payment-nya. Tentu dari distributor harganya lebih efisien dan roda ekonomi berjalan,” jelasnya.
Saat ini, dari total 126 KDMP di Bandar Lampung, sebanyak 17 koperasi sudah mulai menjalankan usaha. Mayoritas usaha yang dikelola berupa gerai sembako untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah masing-masing.
“Ada sekitar 17 yang sudah berjalan, rata-rata memang gerai sembako,” ungkapnya.







