Bandar Lampung (Lampost.co) — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Lampung terus memperkuat keamanan dan kenyamanan destinasi wisata. Langkah tersebut untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Lampung.
Poin Penting:
-
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung fokus perkuat keamanan dan kenyamanan wisata.
-
Pembinaan pengelola destinasi berjalan berkelanjutan.
-
Pariwisata jadi motor penggerak ekonomi daerah.
Upaya tersebut menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Terlebih, tingkat kunjungan wisatawan ke Lampung terus menunjukkan tren positif.
Momentum libur panjang turut mendorong lonjakan kunjungan wisata. Karena itu, kualitas pelayanan destinasi harus tetap terjaga.
Baca juga: Pengawasan Destinasi Wisata Diperketat Sepanjang Nataru
Kepala Disparekraf Lampung, Bobby Irawan, menegaskan komitmen tersebut. Ia menyebut pembinaan pengelola destinasi secara berkelanjutan.
Pembinaan tersebut mencakup aspek keamanan, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan wisata. Selain itu, mendorong pengelola meningkatkan standar pelayanan kepada wisatawan. “Keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama kami. Pelayanan optimal harus sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan,” ujar Bobby, Jumat, 2 Januari 2026.
Bobby juga menjelaskan sejumlah wilayah Lampung sempat terdampak banjir. Namun, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata.
Pasalnya, wilayah terdampak bukan destinasi wisata utama. Fakta tersebut terlihat dari ramainya kunjungan saat libur panjang Imlek.
Selain pelayanan, Disparekraf juga memperkuat edukasi mitigasi bencana. Edukasi tersebut menyasar pengelola destinasi wisata bahari.
Langkah tersebut penting mengingat potensi cuaca ekstrem. Cuaca buruk berisiko mengancam keselamatan wisatawan. “Kami memberikan edukasi mitigasi, terutama di wisata bahari,” katanya.
Selain itu, pengelola untuk menyiapkan prosedur keselamatan. Pihaknya juga mengimbau wisatawan lebih waspada dan untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Dengan begitu, dapat menekan risiko kejadian yang tidak diinginkan.
Dampak Ekonomi Daerah
Menurut Bobby, penguatan keamanan wisata berdampak langsung pada ekonomi daerah. Sebab, pariwisata menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Lampung.
Meski pendapatan langsung masuk ke kabupaten dan kota, dampaknya bersifat luas. Pajak hotel, restoran, dan hiburan mendorong perputaran ekonomi.
Selain itu, sektor UMKM ikut merasakan manfaat pariwisata. Transportasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif ikut tumbuh. “Pariwisata menciptakan efek domino bagi perekonomian,” ujarnya.
Ia kuga menambahkan kualitas destinasi menentukan daya saing pariwisata Lampung. Wisatawan cenderung memilih destinasi yang aman dan nyaman.
Oleh karena itu, terus memperkuat aspek kebersihan dan pelayanan. Harapannya, kepuasan wisatawan mendorong kunjungan ulang.
Disparekraf menargetkan Lampung semakin kompetitif secara nasional. Keamanan wisata menjadi fondasi penting pengembangan pariwisata berkelanjutan.








