Bandar Lampung (Lampost.co) — Anggota Komisi II DPRD Lampung, Fatikhatul Khoiriyah menyebut kedelai punya peluang besar menjadi komoditas unggulan baru di daerah tersebut. Ia menilai kondisi tanah di Lampung sangat subur dan masih tersedia banyak lahan yang bisa dimaksimalkan untuk produksi kedelai.
Fatikhatul mendorong petani agar tidak hanya mengandalkan padi, jagung, dan singkong. Ia menilai kedelai dapat memberi nilai ekonomi tinggi jika dikembangkan secara serius.
Ia menegaskan pengembangan kedelai sejalan dengan program ketahanan pangan nasional. Pemerintah daerah memulai langkah penting seperti pendampingan petani hingga pelaksanaan panen raya di berbagai wilayah.
Ia menilai panen raya kedelai di Lampung Utara menjadi bukti komoditas tersebut tumbuh baik di Lampung dan memiliki potensi nilai jual yang stabil. Pengembangan kedelai membutuhkan kebijakan yang terencana. Ia meminta pemerintah membuat sistem pemasaran yang jelas agar petani memahami tujuan penjualan hasil panen.
Ia menegaskan petani membutuhkan kepastian pasar agar tidak kebingungan ketika panen berlangsung. Ia berharap pemerintah mempercepat hilirisasi kedelai agar pelaku usaha lokal mudah menyerap produksi petani.
Komisi II DPRD Lampung berkomitmen menyusun strategi baru untuk mempercepat pengembangan kedelai. Ia menyampaikan kebutuhan bahan baku tahu dan tempe sangat tinggi sehingga produksi kedelai lokal dapat mengurangi ketergantungan pada impor.
Ia yakin kedelai Lampung bisa memenuhi kebutuhan industri pangan jika pengembangannya dengan kualitas yang konsisten dan dukungan kebijakan yang tepat.








