Bandar Lampung (Lampost.co) — Kinerja Bank Lampung sepanjang 2025 terbilang solid dengan pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, dan laba yang signifikan.
Poin penting :
1. Pertumbuhan keuangan Bank Lampung terbilang naik signifikan.
2. Kinerja positif jadi modal pondasi untuk tingkatkan kualitas.
3. Bank Lampung jadi wadah peningkatan sektor keuangan.
Capaian tersebut menunjukkan Bank Lampung dalam kondisi sehat dan memiliki modal kuat untuk memperluas peran pada perekonomian daerah.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan kinerja positif tersebut menjadi fondasi penting bagi Bank Lampung untuk melangkah lebih jauh pada 2026.
Menurutnya, capaian keuangan yang baik harus diikuti dengan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Lampung.
“Laba Bank Lampung sudah sangat baik. Tapi 2026 kita harus melompat. Bank Lampung tidak boleh hanya bagus pada neraca, tapi harus besar manfaatnya bagi masyarakat,” kata dia.
Baca juga : Bank Lampung Dukung Program Alih Komoditas Singkong ke Jagung Lewat KURBank Lampung Dukung Program Alih Komoditas Singkong ke Jagung Lewat KUR
Ia menyebut Bank Lampung memiliki posisi strategis sebagai instrumen pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi lokal.
Peran tersebut tidak terlepas dari besarnya dana pemerintah daerah yang berjalan setiap tahun.
Mirza memaparkan perputaran dana pemerintah daerah mencapai sekitar Rp32 triliun per tahun.
Besaran dana tersebut menjadi potensi besar untuk mendorong aktivitas ekonomi apabila secara optimal oleh Bank Lampung.
“Kalau dana ini disimpan di bank lain, uang Lampung bisa mengalir ke luar daerah. Tapi jika yang mengelola Bank Lampung, maka perputaran dan dampaknya akan kembali ke Lampung,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi kinerja 2025, Gubernur menilai Bank Lampung berada dalam kondisi sehat.
Pertumbuhan aset dan dana pihak ketiga menunjukkan tren positif.
Selain itu, kinerja laba Bank Lampung pada 2025 tercatat melonjak hampir dua kali lipat pada tahun sebelumnya.
Capaian tersebut ternilai memperkuat posisi Bank Lampung dalam dinamika sektor keuangan.
Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Lampung juga berada pada level sangat tinggi.
Kondisi ini memberikan ruang yang luas bagi Bank Lampung untuk memperluas pembiayaan dan mendukung sektor produktif.








