Bandar Lampung (Lampost.co) — Kinerja perbankan sepanjang 2025 berhadapan berbagai tantangan seiring fase peralihan pemerintahan dan penyesuaian kebijakan ekonomi. Kondisi tersebut turut perbankan nasional rasakan, termasuk Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Bandar Lampung.
Branch Manager BTN KC Bandar Lampung, Dadi Supriyadi, menyebut fase transisi pemerintahan memberikan dampak langsung terhadap dinamika kebijakan yang memengaruhi sektor perbankan. Kondisi itu menjadi tantangan bagi industri jasa keuangan.
“Pada 2025 kondisi perbankan terbilang menantang. Fase peralihan pemerintahan tentu mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang ada dan turut memberikan dampak bagi perbankan,” ujar Dadi.
Ia menjelaskan, salah satu dampak paling terasa bagi BTN adalah pada penyaluran kredit perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di penghujung 2024 hingga awal tahun 2025.
Meski begitu, dia melihat kondisi tersebut dari sisi yang lebih positif. Ia menilai pemulihan ekonomi mulai terlihat pada awal 2025, khususnya di Kota Bandar Lampung. “Di kuartal I 2025, pertumbuhan ekonomi Bandar Lampung mencapai 5,4 persen,” ujar dia.
Ia mengakui pertumbuhan ekonomi sempat kembali mengalami perlambatan pada kuartal II dan III 2025 hingga berada di level 5,04 persen.
Namun, optimisme kembali menguat seiring proyeksi Bank Indonesia terhadap kinerja ekonomi akhir tahun. “Memang di Q2 dan Q3 turun, tapi Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi Lampung di Q4 berada di kisaran 5,2 sampai 5,4 persen, dan ini menjadi angin segar,” ujar Dadi.
Selain itu, indikator konsumsi rumah tangga di Bandar Lampung juga menunjukkan tren positif. Konsumsi masyarakat tercatat tumbuh 4,9 persen secara tahunan (year on year).
“Konsumsi rumah tangga di Bandar Lampung meningkat 4,9 persen yoy. Artinya, masih ada daya beli masyarakat meski kondisi ekonomi fluktuatif,” ungkap dia.
Pertumbuhan Positif
Dari sisi kinerja internal, BTN mencatat pertumbuhan positif pada pembiayaan perumahan bersubsidi. Sepanjang 2025, KPR subsidi tumbuh 19 persen daripada tahun sebelumnya.
“Berdasarkan data internal kami, KPR bersubsidi meningkat 19 persen yoy. Ini meningkat meskipun ekonomi belum sepenuhnya stabil, masyarakat masih mampu membeli hunian,” ujarnya.
Selain itu, penyaluran kredit produktif atau modal usaha juga menunjukkan tren meningkat. BTN Bandar Lampung mencatat pertumbuhan kredit produktif 21 persen daripada 2024.
“Kredit produktif meningkat 21 persen dari tahun lalu. Artinya, para pengusaha mulai melihat perkembangan positif dari kebijakan dan kondisi ekonomi,” kata Dadi.
Secara keseluruhan kinerja BTN Bandar Lampung sepanjang 2025 tetap berada dalam kondisi stabil. Berbagai kebijakan pemerintah di sektor ekonomi mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja perbankan.
“Meski fluktuatif, kondisi kami masih stabil di 2025. Kebijakan pemerintah dalam beberapa waktu terakhir cukup memberi pengaruh positif bagi kinerja BTN,” katanya.








