Bandar Lampung (Lampost.co) — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi langkah strategis mempermudah nelayan memperoleh akses stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN). Program tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan dasar nelayan yang selama ini sulit terpenuhi.
Poin Penting:
-
Keberadaan KNMP memudahkan akses BBM nelayan yang selama ini menjadi kendala.
-
Selain mudah, harga BBM lebih terjangkau oleh nelayan.
-
Total sasaran program Kampung Nelayan Merah Putih di Lampung mencapai 36.000 orang.
SPBN Permudah Nelayan
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung, Makmur Hidayat, menjelaskan salah satu fasilitas utama di kawasan KNMP adalah SPBN. “Melalui KNMP, akses BBM untuk kapal nelayan akan jauh lebih mudah. Selama ini proses pembangunan SPBN kerap terhambat dan jarak lokasi BBM juga cukup jauh,” ujar Makmur, beberapa hari lalu.
Makmur juga mengatakan fasilitas tersebut akan sangat membantu nelayan yang selama ini menginginkan ketersediaan BBM dengan harga terjangkau dan akses yang dekat. “Jika SPBN sudah beroperasi, ini menjadi kabar baik bagi nelayan. BBM yang tersedia setiap saat sangat penting agar mereka dapat melaut dengan lancar,” katanya.
Baca juga: Pemprov Dorong KNMP Gerakkan Ekonomi Maritim Lampung
Fasilitas Lengkap
Selain SPBN, fasilitas lainnya uga akan melengkapi kawasan KNMP. Fasilitas tersebut, seperti shelter tempat beristirahat dan pabrik es untuk menjaga kesegaran hasil tangkap. Selain itu, ada juga sentra kuliner berbahan hasil laut yang masyarakat kelola.
Harapannnya, program tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi desa pesisir. “Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar menyentuh kebutuhan dasar nelayan. Akses BBM yang mudah saja sudah membuat mereka sangat terbantu untuk kembali melaut,” ujar Makmur.
Pembangunan Bertahap
Pembangunan KNMP berjalan bertahap dan usulnya langsung dari pemerintah kabupaten/kota melalui sistem daring. Untuk Kabupaten Lampung Selatan saja, program bisa memberi manfaat kepada 4.000 nelayan. Sedangkan untuk total, di Lampung terdapat 36 ribu nelayan yang menjadi sasaran jangka panjang program ini.
Dengan potensi sumber daya kelautan yang besar, Lampung menjadi salah satu daerah prioritas untuk pengembangan KNMP. Untuk ke depan, harapannya KNMP menjadi pusat aktivitas nelayan yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.








