Bandar Lampung (Lampost.co) — Pembangunan Lampung Refinery dinilai bukan terbatas pada proyek bisnis. Namun, pembangunan ini merupakan bagian komitmen global. Tujuannya adalah mewujudkan rantai pasok minyak sawit berkelanjutan dan bertanggungjawab.
Group President Cargill Agriculture and Trading Business in Asia Pacific, Penne Kehl, mengatakan kolaborasi dan dukungan konsisten seluruh pihak sejak tahap perencanaan hingga operasional pabrik punya peran penting dalam mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan minyak sawit yang berkelanjutan. Dari perkebunan hingga ke pelanggan di seluruh dunia,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global. Posisi ini menghubungkan produksi agribisnis nasional dengan pasar di Amerika Utara, Eropa, dan Asia Pasifik.
Pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir bisa memastikan produk sawit Indonesia mampu bersaing di pasar global tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Ia menambahkan, pembangunan Lampung Refinery menjadi simbol komitmen jangka panjang Cargill dalam memperkuat industri pengolahan sawit yang transparan dan inklusif. Fasilitas itu dapat berkontribusi terhadap upaya peningkatan nilai tambah dan keberlanjutan sektor agribisnis nasional.
Penne menyebut, lebih dari sekedar aspek ekonomi dan berfokus pada pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Program tanggung jawab sosial perusahaan mencakup bidang gizi, pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.
“Kami juga mendukung berbagai program yang meningkatkan gizi, memperluas akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kesadaran lingkungan di Lampung. Kami terus berupaya menghidupkan nilai-nilai yang mengutamakan manusia dan selalu melakukan hal yang benar,” kata dia.








