• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 28/03/2026 12:24
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Krisis Energi Makin Nyata, Negara ASEAN Mulai Lakukan Kebijakan ini

Negara-negara Asia Tenggara pun bergerak cepat. Mereka mulai menerapkan kebijakan darurat untuk menjaga pasokan energi.

EffranbyEffran
28/03/26 - 10:34
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Sebuah kapal tanker minyak Thailand berhasil melewati selat setelah koordinasi diplomatik dengan Iran, Rabu (25/3/2026). Hal ini terjadi sehari setelah Iran memberi tahu Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Maritim Internasional bahwa hanya “kapal yang tidak bermusuhan” yang diperbolehkan melintas setelah berkoordinasi dengan otoritas Iran. Foto: REUTERS/Stringer

Sebuah kapal tanker minyak Thailand berhasil melewati selat setelah koordinasi diplomatik dengan Iran, Rabu (25/3/2026). Hal ini terjadi sehari setelah Iran memberi tahu Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Maritim Internasional bahwa hanya “kapal yang tidak bermusuhan” yang diperbolehkan melintas setelah berkoordinasi dengan otoritas Iran. Foto: REUTERS/Stringer

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai mengguncang stabilitas energi dunia. Perang yang berlangsung satu bulan ini menahan distribusi minyak global. Jalur vital Selat Hormuz masih terbatas untuk pelayaran tertentu.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur ini. Gangguan distribusi langsung memicu lonjakan harga energi global. Harga minyak kini menembus US$100 per barel. Dampaknya, harga bahan bakar ikut melonjak di banyak negara.

Negara-negara Asia Tenggara pun bergerak cepat. Mereka mulai menerapkan kebijakan darurat untuk menjaga pasokan energi.

Malaysia Pangkas Kuota BBM Bersubsidi

Pemerintah Malaysia memilih mengatur ulang distribusi BBM subsidi. Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengumumkan kebijakan itu pada 26 Maret 2026. Lonjakan harga minyak membuat beban subsidi melonjak drastis. Nilainya naik dari 700 juta ringgit menjadi 3,2 miliar ringgit.

Kuota Dikurangi, Harga Tetap Dijaga

Mulai 1 April, kuota BBM subsidi RON95 turun dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan. Meski begitu, harga tetap terjaga di level 1,99 ringgit per liter untuk melindungi daya beli masyarakat. “Keputusan itu kami hitung matang agar rakyat tidak terbebani,” ujar Anwar.

Pemerintah juga memastikan sektor transportasi tetap mendapat prioritas. Pengemudi logistik dan ojek online mendapat kuota hingga 800 liter.

Filipina Tetapkan Status Darurat Energi Nasional

Filipina mengambil langkah lebih tegas. Presiden Ferdinand Marcos Jr. menetapkan darurat energi nasional. Kebijakan itu tertuang dalam Perintah Eksekutif Nomor 110 yang berlaku sejak 24 Maret 2026. Sebagai negara importir minyak, Filipina sangat rentan terhadap gangguan pasokan global.

Distribusi BBM Diawasi Ketat

Pemerintah membentuk komite khusus untuk mengawasi distribusi energi dan kebutuhan pokok. Mereka juga menindak praktik penimbunan dan manipulasi harga.

Selain itu, Filipina mempercepat transisi energi. Pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Vietnam Terapkan WFH demi Hemat Energi

Vietnam memilih pendekatan berbeda. Pemerintah meminta perusahaan menerapkan kerja dari rumah atau WFH. Langkah itu bertujuan mengurangi konsumsi bahan bakar akibat mobilitas harian. Kebijakan itu mengingatkan pada masa awal pandemi Covid-19.

Harga BBM Naik

Vietnam juga menaikkan harga BBM secara signifikan. Harga diesel bahkan sempat melonjak lebih dari dua kali lipat. Pemerintah sempat menyesuaikan harga dua kali dalam satu hari untuk menstabilkan pasar.

Selain itu, Vietnam membuka impor dari negara seperti Qatar, Kuwait, dan Jepang untuk menjaga pasokan.

Myanmar Batasi Pembelian BBM dengan Sistem Digital

Myanmar mulai membatasi pembelian BBM menggunakan sistem barcode dan QR code. Setiap kendaraan hanya boleh membeli BBM satu hingga dua kali per minggu. Kebijakan itu diuji coba di Yangon dan Naypyitaw sejak pertengahan Maret.

Dampak Meluas ke Transportasi dan Penerbangan

Krisis BBM juga memukul sektor transportasi udara. Beberapa maskapai menghentikan rute domestik akibat kekurangan bahan bakar. Pemerintah bahkan meminta pegawai bekerja dari rumah setiap hari Rabu untuk menghemat energi.

Indonesia Siaga, Diversifikasi Pasokan Energi

Indonesia memilih langkah antisipatif. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah sedang mencari sumber impor alternatif. Instruksi itu datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Meski begitu, Pemerintah memastikan harga BBM subsidi belum akan naik dalam waktu dekat. Cadangan energi nasional juga masih berada di atas batas aman. Namun, pemerintah tetap waspada terhadap dinamika global yang sulit diprediksi.

Krisis Energi Bisa Semakin Dalam

Ketegangan geopolitik dan lonjakan harga minyak menjadi kombinasi berbahaya bagi ekonomi global. Jika konflik terus berlanjut, tekanan terhadap energi dan inflasi akan semakin besar.

Negara-negara Asia Tenggara kini berlomba menjaga stabilitas. Langkah cepat menjadi kunci untuk menghindari krisis yang lebih dalam.

Tags: BBM dijatahdarurat energi Filipinaharga minyak duniakrisis energi 2026krisis minyak globalSelat Hormuzsubsidi BBM MalaysiaWFH Vietnam
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Investasi emas. Dok/PT Antam

Harga Emas Anjlok Hampir 3 Persen, Sentuh Level Terendah 2026: Bisa Balik Lagi ke US$4.000 Makin Nyata?

byEffran
28/03/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Harga emas global kembali melemah tajam pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026. Logam mulia itu tutup di...

Harga BBM dan Inflasi AS Terancam Naik.Dok/Medcom

Harga BBM Meledak di Seluruh Dunia, ini Daftar Negara yang Terdampak Paling Parah

byEffran
28/03/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu tekanan besar pada sektor energi global. Gangguan distribusi minyak...

Arus Balik Lebaran, Volume Penumpang ke Pulau Jawa Meningkat Tajam

Polda Lampung Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi 28–29 Maret

byNur
27/03/2026

Bakauheni (Lampost.co)--- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada akhir pekan, yakni Sabtu dan...

Berita Terbaru

BATIQA Hotel Lampung kembali menghadirkan program kuliner favoritnya, D’Bakaranz All You Can Eat (AYCE).
Advertorial

D’Bakaranz Kembali Menggoda, AYCE Murah di BATIQA Hotel Lampung Mulai Rp70 Ribu

byAdi Sunaryo
28/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)— Kabar gembira bagi pecinta kuliner malam. BATIQA Hotel Lampung kembali menghadirkan program andalannya, D’Bakaranz All You Can...

Read moreDetails
Sebuah kapal tanker minyak Thailand berhasil melewati selat setelah koordinasi diplomatik dengan Iran, Rabu (25/3/2026). Hal ini terjadi sehari setelah Iran memberi tahu Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Maritim Internasional bahwa hanya “kapal yang tidak bermusuhan” yang diperbolehkan melintas setelah berkoordinasi dengan otoritas Iran. Foto: REUTERS/Stringer

Krisis Energi Makin Nyata, Negara ASEAN Mulai Lakukan Kebijakan ini

28/03/2026
Eva Dwiana Percepat Perbaikan Jalan dan Drainase di Kedamaian

Eva Dwiana Percepat Perbaikan Jalan dan Drainase di Kedamaian

28/03/2026
Investasi emas. Dok/PT Antam

Harga Emas Anjlok Hampir 3 Persen, Sentuh Level Terendah 2026: Bisa Balik Lagi ke US$4.000 Makin Nyata?

28/03/2026
Tangkapan layar sawer Konser Valen DA7

Viral Aksi Sawer Pemilik Dapur MBG Gesek Uang di Konser Valen DA7, ini Klarifikasi Pelaku dan Panitia

28/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.