Bandar Lampung (Lampost.co)– Sejumlah masyarakat kota Bandar Lampung tidak mempermasalahkan kenaikan harga liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram yang ditetapkan per hari ini, Rabu, 8 Januari 2025. Namun, masyarakat menuntut pemerintah dapat menjamin ketersediaan stok dan pasokan.
Adapun kenaikan harga tersebut sesuai dengan ketetapan SK Pj Gubernur Lampung, yang menetapkan ada kenaikan LPG 3 kilogram dari Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu per tabung.
Baca juga: Kenaikan Harga LPG 3 Kg Memberatkan Pedagang Kecil
“Kalau saya pribadi tidak berpengaruh dengan kenaikan harga ini. Karena saya kan menggunakan LPG rumahan. Jadi paling beli dalam sebulan itu cuma dua kali,” kata Humawarti (50), warga Sukarame, Rabu, 8 Januari 2025.
Menurutnya dengan adanya kenaikan harga LPG 3 kilogram, pihaknya berharap dapat menjadi acuan agar kestersediaan stok di pangkalan aman. “Kalau sudah naik gini, jangan sampai di pangkalan susah. Kadang saya beli kosong di pangkalan, jadi harus di eceran dan mahal,” kata dia.
Warga lain mengatakan hal yang sama, dengan kenaikan harga tersebut tidak menjadi persoalan asal ketersediaan di pangkalan aman. “Kalau bisa pangkalan itu stoknya tidak pernah abis. Karena kalau beli ke pengecer bisa Rp25 ribu sampai Rp27 ribu per tabung. Kan lumayan selisihnya,” kata dia.
Terpisah, salah seorang pemilik pangkalan gas LPG 3 kilogram, mengatakan dia baru mendapat informasi adanya kenaikan harga menjadi Rp20 ribu per tabungnya. Namun ia langsung menginformasikan ke masyarakat.
“Tahu baru kemarin. Tapi langsung saya infokan ke masyarakat biar enggak kaget. Alhamdulillah semua respon positif asal mereka minta stoknya jangan ampai habis,” jelas pemilik pangkalan gas LPG 3 kilogram, Mukti.
Ia mengatakan, pihak agen LPG 3 kilogram biasanya lakukan pengiriman sebayak dua kali dalam seminggu. “Kalau saya biasa isi 180 tabung dan ini dilakukan seminggu dua kali. Ya langsung habis sama masyarakat di sini,” katanya.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News