Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat kinerja positif neraca perdagangan luar negeri pada November 2025.
Poin penting :
1. Jumlah neraca menunjukkan selisih ekspor.
2. Kinerja ekspor Lampung sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 5,98 miliar dolar AS.
3. Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai 926,66 juta dolar AS.
Lampung membukukan surplus neraca perdagangan sebesar 386,70 juta dolar AS. Jumlah ini menunjukkan selisih ekspor yang lebih besar dengan impor.
Nilai ekspor Lampung pada November 2025 tercatat 532,61 juta dolar AS, atau tumbuh 7,49 persen secara tahunan (year on year) bila dengan November 2024 yang sebesar 495,49 juta dolar AS.
Secara kumulatif, kinerja ekspor Lampung sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 5,98 miliar dolar AS.
Angka ini meningkat 19,07 persen jika dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,02 miliar dolar AS.
Baca juga : Surplus Neraca Perdagangan Lampung Melejit
Statistisi Ahli Muda BPS Lampung M. Sabiel mengatakan, kinerja ekspor Lampung masih menopang permintaan dari sejumlah negara mitra utama.
Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai 926,66 juta dolar AS atau 15,51 persen, Pakistan sebesar 544,13 juta dolar AS (9,11 persen), dan Tiongkok 536,72 juta dolar AS (8,98 persen).
“Komoditas utama yang ekspor ke negara-negara tersebut masih mendominasi lemak dan minyak hewan atau nabati,” ujar Sabiel.
Selain berdasarkan negara tujuan, struktur ekspor Lampung juga mendominasi tiga kelompok komoditas utama. Lemak dan minyak hewan/nabati mencatat nilai 2,35 miliar dolar AS dengan pangsa 39,36 persen, diikuti kopi, teh, dan rempah-rempah 1,58 miliar dolar AS (26,44 persen), serta bahan bakar mineral 672,59 juta dolar AS (11,26 persen).
Dari sisi impor, nilai impor luar negeri Lampung pada November 2025 tercatat sebesar 145,91 juta dolar AS.
Angka ini mengalami peningkatan 25,54 persen secara tahunan dibandingkan November 2024 yang sebesar 116,23 juta dolar AS.
“Sedangkan jika dilihat secara kumulatif, impor Lampung Januari hingga November 2025 mencapai 1,91 miliar dolar AS, atau turun 1,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata dia.








