Bandar Lampung (Lampost.co)— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat nilai ekspor Lampung mencapai US$1.925,68 juta dalam periode Januari-April 2025. Jumlah ini meningkat 28,78 persen atau US$430,37 juta bila perbandingannya dengan periode sama tahun 2024.
Poin Penting:
- Nilai ekspor triwulan 1 ada 2025 baik ketimbang tahun 2024.
- Sumbangan besar dai komoditas nonmigas
- Golongan lemak dan minyak nabati sumbang 40 persen lebih
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Muhammad Ilham Salam memaparkan, peningkatan ini mendapat sumbangan dari nilai ekspor nonmigas sebesar US$534,55 juta.
“Pada April 2025 ini ekspor kita mencapai US$352,16 juta, meningkat 6,15 persen dari April 2024,” jelasnya dalam Press Release BPS Lampung, Selasa, 3 Juni 2025.
Baca Juga: Lampung Dorong Budi Daya Lada Organik, Prospek Cerah Menuju Pasar Ekspor
Kontribusi sepuluh golongan barang utama nonmigas terhadap total ekspor sepanjang periode Januari-April 2025 yaitu lemak dan minyak hewan/nabati 40,67 persen. Kemudian teh, kopi, rempah-rempah 22,33 persen, kategori bahan bakar mineral 13,25 persen, serta ampas dan sisa industri makanan 4,14 persen.
Komoditas lainnya adalah sayuran, buah, dan kacang 4,03 persen, pulp dari kayu 3,79 persen, karet dan barang dari karet 2,53 persen. Golongan produk kimia 2,48 persen, ikan, krustasea, dan moluska 1,67 persen, serta kayu dan barang dari kayu 1,29 persen.
“Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas Januari-April 2025, empat golongan barang meningkat dari periode sama di tahun 2024,” ungkapnya.
Nilai ekspor untuk golongan kopi, teh, dan rempah-rempah mengalami peningkatan tertinggi mencapai 552,21 persen. Kemudian golongan karet dan barang dari karet naik 82,32 persen. Berbagai produk kimia naik 82,32 persen, lemak dan minyak hewan/nabati naik 24,65 persen.
Sedangkan golongan yang mengalami penurunan yaitu ikan, krustasea, dan moluska turun 2,42 persen. Bahan bakar mineral turun 2,84 persen, ampas dan sisa industri makanan turun 4,65 persen.
“Golongan pulp dari kayu turun 5,26 persen, olahan dari sayuran, buah, dan kacang turun 8,46 persen, serta kayu turun 25,35 persen,” pungkasnya.








