Jakarta (Lampost.co) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menguat dalam waktu dekat. OJK menilai fondasi pasar modal Indonesia masih solid.
Anggota Dewan Komisioner OJK bidang pengawasan perbankan, Dian Ediana Rae, menilai peluang pemulihan tetap terbuka meski pasar sedang tertekan.
Menurut Dian, pemulihan IHSG membutuhkan konsistensi kebijakan. Regulator dan pemangku kepentingan harus bergerak cepat dan terarah.
Ia menegaskan aturan pasar modal harus sejalan dengan praktik terbaik internasional. Keselarasan itu memudahkan investor menilai kredibilitas pasar. “Kalau semakin jauh dari international best practice pasti akan menimbulkan persoalan,” ujar Dian.
Dia menekankan OJK menerapkan standar global di sektor pasar modal. Ia meminta seluruh pelaku industri menjaga komitmen tersebut.
Konsistensi regulasi menjadi faktor utama menjaga kepercayaan investor asing. Kepercayaan itu menentukan arus modal ke Indonesia.
Ia juga menilai tekanan pasar saat itu bukan sekadar tantangan. Kondisi itu membuka ruang perbaikan struktural yang lebih mendasar.
Dian menyebut fase koreksi menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola. Langkah itu membuat pasar modal lebih kompetitif.
Ia menilai reformasi kebijakan akan memperkuat daya saing Indonesia di level global. Pasar modal nasional harus adaptif terhadap perubahan. Dia pun percaya pasar modal Indonesia mampu pulih dengan arah kebijakan yang jelas.
“Meskipun situasi (pasar modal) down, dengan practice yang tepat, IHSG bisa bounce back dengan konsistensi,” jelas Dian.








