Kalianda (lampost.co)–Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, geliat masyarakat dalam mempersiapkan busana baru mulai terlihat di berbagai pusat perbelanjaan, termasuk di pasar tradisional. Meski platform digital semakin mendominasi, pasar tradisional di Lampung tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi warga yang mengutamakan interaksi fisik dan pengecekan kualitas barang secara langsung.
Para pedagang di pasar tradisional mengakui adanya pergeseran pola konsumsi yang cukup signifikan. Lilik, salah satu pedagang pakaian di Pasar Bumi Daya Palas, Lampung Selatan, menyebutkan bahwa volume pembeli saat ini tidak sepadat tahun-tahun sebelumnya.
“Kondisinya memang tidak seramai dulu. Banyak masyarakat yang sekarang lebih memilih praktis berbelanja lewat ponsel atau online,” ungkap Lilik, Senin, 9 Maret 2026.
Bagi sebagian warga seperti Rahayu, berbelanja di pasar tradisional adalah tentang kepastian. Pengalaman menyentuh tekstur bahan, melihat akurasi warna, hingga mencoba ukuran pakaian (fitting) secara langsung menjadi alasan utama yang tidak terganti oleh foto di layar gawai.
“Saya lebih puas kalau bisa lihat langsung bahannya dan bisa kita coba. Walaupun harganya mungkin bersaing, rasa tidak menyesal setelah membeli itu yang saya cari,” kata Rahayu.
Efisiensi Belanja Daring
Di sisi lain, kaum urban seperti Heni lebih memilih memanfaatkan platform daring karena faktor harga dan efektivitas waktu. Baginya, belanja online menawarkan variasi model yang lebih luas dengan harga yang sering kali lebih kompetitif karena banyaknya promo dan potongan harga.
Mengenai kendala ukuran yang sering dikhawatirkan pembeli daring, Heni menyiasatinya dengan melakukan pengukuran mandiri secara presisi sebelum melakukan transaksi.
Dinamika belanja menjelang Lebaran tahun ini menunjukkan bahwa pasar tradisional dan toko daring kini saling melengkapi. Pasar tradisional tetap menjadi benteng bagi mereka yang mencari pengalaman belanja personal, sementara platform daring menjadi solusi bagi masyarakat yang mengejar efisiensi biaya. (Magang/Intan)








