Bandar Lampung (Lampost.co) — Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) berperan besar dalam menggerakkan ekonomi maritim dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Keberhasilan program dapat tercapai melalui kolaborasi dan sinergi kuat antara Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Poin Penting:
-
KNMP mendorong dalam mengembangkan ekonomi maritim Lampung.
-
Kolaborasi pusat, daerah, dan masyarakat sangat penting agar KNMP benar-benar memberikan manfaat.
-
Pemprov meminta dukungan berkelnjutan dari Pemerintah Pusat.
Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengaskan hal itu terkait pembangunan 4 KNMP di Lampung , yakni 2 di Lampung Selatan dan 2 lagi di Lampung Timur. “Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat dan kerja sama semua pihak, Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjadi model pembangunan ekonomi maritim dari Lampung untuk Indonesia,” ujar Jihan.
Dampak Nyata SPBUN
Jihan juga mengapresiasi pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN) yang dinilai membawa dampak nyata bagi nelayan. Peletakan batu pertama SPBUN di Lampung Timur juga menjadi pemantik bagi daerah lain untuk mengembangkan fasilitas serupa di kawasan KNMP melalui skema koperasi.
Baca juga: Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Lampung Ditargetkan Rampung Akhir 2025
“Ini momentum yang sudah lama masyarakat pesisir tunggu. SPBUN akan memudahkan nelayan memperoleh bahan bakar dengan harga lebih terjangkau dan jarak yang lebih dekat,” katanya.
Potensi Lampung Pusat Ekonomi Maritim
Wagub juga menegaskan Lampung memiliki modal kuat untuk tumbuh sebagai pusat ekonomi maritim. Dengan garis pantai mencapai 1.100 kilometer dan sembilan kabupaten pesisir, Lampung menyimpan peluang besar di sektor perikanan tangkap hingga budi daya udang.
Namun, harus ada strategi yang tepat agar masyarakat dapat benar-benar merasakan potensi tersebut. “Lampung adalah gerbang maritim Sumatra. Potensinya luar biasa, tetapi harus memastikan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pendukung seperti KNMP,” ujarnya.
Perkuat Ekonomi Pesisir
Meski PDRB Lampung telah mencapai Rp480 triliun, pendapatan per kapita masyarakat masih berada di kisaran Rp51 juta per tahun. Selain itu, rasio penduduk miskin masih berada sekitar 10 persen.
Kondisi tersebut menjadi alasan penting memperkuat ekonomi pesisir melalui program produktif dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Pusat untuk mempercepat pemerataan dan penguatan sektor ekonomi maritim.
“Kami berharap dukungan terus mengalir agar masyarakat pesisir benar-benar bisa menikmati hasil dari potensi besar yang kita miliki,” kata Wagub.








