Bandar Lampung (Lampost.co)– Pemerintah Kota Bandar Lampung meminta para pemilik lokasi wisata memastikan keamanan pengunjung selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Terkait hal itu, Kadis Pariwisata, Adiansyah menekankan pentingnya penerapan standar Cleanliness, Healt, Safety dan Environment Sustainability (CHSE).
Ia mengatakan, penerapan standar CHSE di lokasi wisata penting untuk memberikan keamanan bagi para pengunjung. Terlebih selalu ada peningkatan jumlah pengunjung di setiap masa libur Nataru.
Baca juga: Kejari Awasi Setiap Rencana Anggaran Pemkot Bandar Lampung
CHSE sendiri saat ini telah menjadi standar bagi destinasi pariwisata, objek wisata, dan usaha pariwisata secara nasional. Sehingga seluruh pemilik destinasi di Bandar Lampung juga mesti mengikuti dan menerapkan standar tersebut.
“Kami memohon agar para pengelola wisata di Bandar Lampung dapat melaksanakan protokol CHSE yang telah menjadi standar secara nasional ini,” ungkapnya saat diwawancarai di Kantor Dinas Pariwisata, Senin, 9 Desember 2024.
SOP dan K3 Objek Wisata
Selain penerapan standar CHAE, pemerintah juga menekankan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di destinasi pariwisata dan usaha pariwisata dengan penuh ketelitian.
Kemudian, melaksanakan kalibrasi atau uji acak terhadap keamanan dan kelayakan serta melakukan perawatan secara berkala pada fasilitas atau wahana usaha. Terutama untuk wahana yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Dalam menjalankan operasional, pelaku usaha agar tetap konsisten melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, menjelang masa libur panjang ini, pihaknya juga meminta pengelola pariwisata segera melakukan perbaikan pada fasilitas atau wahana yang mengalami kerusakan. Pemeriksaan dan perbaikan itu penting guna memastikan keamanan dan keselamatan bagi karyawan dan pengunjung.
“Kami berharap agar para pengelola pariwisata dapat menjalin kerja sama yang baik dengan UMKM setempat dalam hal rantai pasok. Hal itu demi meningkatkan perekonomian lokal kita bersama,” harapnya.
Dia menambahkan, pengelola pariwisata juga harus melakukan mitigasi bencana alam dan non alam terhadap usahanya. Mereka bisa berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka memberikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi karyawan dan pengunjung.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News








