IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 01/04/2026 19:57
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
    • LAMPUNG SELATAN
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
    • LAMPUNG SELATAN
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Perhimpunan Pengusaha Desak Pemerintah Ambil Tindakan Nyata Selamatkan Industri Tapioka

Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah nyata.

Triyadi IsworoAtikabyTriyadi IsworoandAtika
30/07/25 - 14:04
in Ekonomi dan Bisnis, Lampung
A A
Petani sedang memanen singkong di ladang yang berlokasi di Desa Sabah Balau, Lampung Selatan. (Foto: Lampost.co // Atika)

Petani sedang memanen singkong di ladang yang berlokasi di Desa Sabah Balau, Lampung Selatan. (Foto: Lampost.co // Atika)

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah nyata. Ini guna menyelamatkan industri tapioka nasional yang tengah mengalami tekanan berat. Khususnya Provinsi Lampung, sebagai salah satu daerah penghasil utama singkong dan tepung tapioka Indonesia.

Ketua Umum PPTTI, Welly Soegiono, mengungkapkan bahwa industri tapioka saat ini menghadapi berbagai tantangan. Termasuk maraknya produk impor, ketidakseimbangan harga. Serta perbedaan persepsi antara petani dan pelaku industri mengenai kualitas bahan baku.

“Pemerintah perlu memberlakukan moratorium impor tepung tapioka. Masuknya produk luar menyebabkan harga dalam negeri anjlok dan produk lokal tidak terserap pasar,” ujarnya, Rabu, 30 Juli 2025.

Senada dengan itu, Ketua I PPTTI yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif, Haru Nurdi, menyebutkan. Saat ini terdapat lebih dari 250 ribu ton stok tepung tapioka yang menumpuk pada gudang-gudang pabrik karena tidak terserap pasar.

“Sering kali pabrik jadi sasaran unjuk rasa terkait harga singkong. Padahal ada faktor lain seperti peran pelapak yang kerap membeli singkong dari petani dengan harga lebih rendah daripada harga pabrik,” jelas Haru.

Kemudian Haru menyebut harga tepung tapioka kini hanya berkisar Rp4.700 hingga Rp5.000 per kilogram. Jauh lebih rendah daripada harga sebelumnya yang sempat mencapai Rp6.000–Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan

Selanjutnya PPTTI juga mengusulkan agar pemerintah menetapkan harga pembelian singkong secara nasional. Ini agar tidak terjadi ketimpangan antarwilayah. Saat ini, kebijakan seperti itu baru terterapkan Provinsi Lampung melalui Instruksi Gubernur No. 2 Tahun 2025 yang menetapkan harga singkong sebesar Rp1.350/kg dengan potongan maksimal 30 persen.

Namun, PPTTI menilai kebijakan tersebut sulit terimplementasikan sepenuhnya oleh pelaku industri. Karena tidak sebanding dengan harga jual tepung pada pasar saat ini.

Kemudian Haru juga menyoroti pentingnya keselarasan pemahaman antara petani dan industri. “Petani fokus pada hasil panen yang melimpah. Sedangkan industri mengutamakan kualitas terutama kadar aci dalam singkong,” katanya.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah pusat, melalui kementerian terkait. Memberikan pembinaan dan edukasi kepada petani untuk menghasilkan singkong berkualitas tinggi sesuai kebutuhan industri.

Lalu ia juga menekankan pentingnya pemilihan pupuk yang tepat. “Pupuk untuk singkong tidak bisa tersamakan dengan pupuk tanaman lain seperti padi. Ini berpengaruh langsung terhadap kualitas aci yang terhasilkan,” imbuhnya.

Kemudian PPTTI menyebut ada lima aktor utama yang terlibat dalam rantai industri singkong nasional. Yakni petani, pelaku industri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku impor. Kolaborasi erat antara pihak penting untuk menjaga kestabilan industri dan harga.

“Inti dari tuntutan kami ada dua. Hentikan sementara impor tepung tapioka dan tetapkan harga beli singkong secara nasional,” tegas Haru.

Sementara langkah ini penting untuk melindungi keberlanjutan usaha petani dan industri dalam negeri dari tekanan eksternal yang semakin besar.

Tags: Haru NurdiIndustri TapiokaKetua Umum PPTTIpemerintah pusatPerhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka IndonesiaPPTTIProvinsi LampungRahmat Mirzani DjausalsingkongTepung TapiokaWelly Soegiono
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Polisi menangkap salah satu pembunuh seorang wanita yang berprofesi sebagai wanita penghibur, Selasa, 31 Maret 2026 pagi di lokalisasi, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Dok Polres

Polresta Bandar Lampung Ultimatum Pelaku Pembunuhan Wanita Penghibur Menyerahkan Diri

byTriyadi Isworoand1 others
01/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang wanita yang berprofesi sebagai wanita penghibur tertemukan meninggal dunia, Selasa, 31 Maret 2026 pagi. Lokasinya...

Polisi menangkap salah satu pembunuh seorang wanita yang berprofesi sebagai wanita penghibur, Selasa, 31 Maret 2026 pagi di lokalisasi, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Dok Polres

Usai Bunuh Wanita Penghibur, Pelaku Ajak Istri Kabur Menuju Pulau Jawa dengan Sepeda Motor

byTriyadi Isworoand1 others
01/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang wanita yang berprofesi sebagai wanita penghibur tertemukan meninggal dunia, Selasa, 31 maret 2026 pagi. Lokasinya...

– Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung, Sigit Danang Joyo, menerima kunjungan kerja Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, di ruang kerja Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung pada Selasa (31/3).

DJP-Pemprov Lampung Kolaborasi Gali Potensi Pajak Berkelanjutan

byDelima Napitupulu
01/04/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat fondasi keuangan daerah melalui kolaborasi strategis bersama otoritas pajak. Sekretaris Daerah Provinsi...

Berita Terbaru

drama korea taynag april 2026
Hiburan

8 Drama Korea Terbaru April 2026: Ada Bloodhounds 2 hingga Yumi’s Cells 3

byNana Hasan
01/04/2026

Jakarta (Lampost.co) - Bulan April 2026 menjadi waktu yang sangat istimewa bagi para pencinta drama Korea di seluruh dunia. Pasalnya,...

Read moreDetails
Polisi menangkap salah satu pembunuh seorang wanita yang berprofesi sebagai wanita penghibur, Selasa, 31 Maret 2026 pagi di lokalisasi, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Dok Polres

Polresta Bandar Lampung Ultimatum Pelaku Pembunuhan Wanita Penghibur Menyerahkan Diri

01/04/2026
Para pemain Republik Demokratik Kongo

Gol Axel Tuanzebe Bawa Republik Demokratik Kongo Lolos ke Piala Dunia 2026

01/04/2026
Polisi menangkap salah satu pembunuh seorang wanita yang berprofesi sebagai wanita penghibur, Selasa, 31 Maret 2026 pagi di lokalisasi, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Dok Polres

Usai Bunuh Wanita Penghibur, Pelaku Ajak Istri Kabur Menuju Pulau Jawa dengan Sepeda Motor

01/04/2026
– Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung, Sigit Danang Joyo, menerima kunjungan kerja Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, di ruang kerja Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung pada Selasa (31/3).

DJP-Pemprov Lampung Kolaborasi Gali Potensi Pajak Berkelanjutan

01/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
    • LAMPUNG SELATAN
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.