Jakarta (Lampost.co)– Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) berbasis produksi dalam negeri guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu kemarau lebih kering tahun ini.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan langkah mitigasi telah disiapkan sejak dini, terutama dengan meningkatkan stok pangan strategis sebagai “benteng utama” menjaga stabilitas pasokan.
Baca juga: BMKG Prediksi El Nino 2026 Capai 60 Persen, Waspada Kemarau Lebih Panjang dan Kering
“Begitu ada indikasi El Nino, kami langsung meningkatkan kewaspadaan. Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Ketut, Jumat, 3 April 2026.
Ancaman El Nino bukan tanpa dasar. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan fenomena ini mulai berdampak pada Mei, terutama di wilayah selatan ekuator seperti Lampung, Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Dampaknya berpotensi menekan produksi pangan akibat berkurangnya curah hujan.
Mengantisipasi hal itu, Bapanas menggandeng Perum Bulog untuk mempercepat penyerapan gabah petani. Kemudian proses pengolagan menjadi beras sebagai penguatan stok nasional. Langkah ini berjalan paralel dengan upaya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.
Cadangan Komoditas Penting
Tak hanya beras, pemerintah juga menambah cadangan komoditas penting lain seperti jagung pakan, minyak goreng, gula, hingga daging. Diversifikasi stok ini penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan tetap aman saat produksi terganggu.
Per 2 April, stok CPP tercatat cukup kuat, dengan cadangan beras mencapai 4,4 juta ton. Targetnya bisa menembus 5 juta ton dalam waktu dekat. Selain itu, tersedia pula jagung pakan 168 ribu ton, minyak goreng 121 ribu kiloliter, gula 49 ribu ton, serta berbagai cadangan protein hewani.
Amran memastikan, kondisi stok saat ini jauh lebih siap bila membandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Persiapan kita jauh lebih baik. Stok beras pemerintah terus kita dorong agar semakin kuat sebagai instrumen intervensi bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap mampu meredam potensi gejolak pangan akibat El Nino, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah ancaman kekeringan yang mulai membayangi sejumlah wilayah Indonesia.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News








