Bandar Lampung (Lampost)–Mudik menjadi tradisi bagi banyak masyarakat dan setiap tahunya orang berbondong-bondong untuk kembali ke kampung halaman merayakan hari raya bersama keluarga terkasih.
Salah satu yang tidak terlupakan dalam perjalanan mudik yaitu bekal yang diberikan Orang Tua di beberapa titik jalur mudik.
Orang Tua memastikan masyarakat untuk membawa bekal ringan yang cukup untuk menenami perjalanan jauh. Makanan ringan yang dibagikan seperti permen, wafer, biskuit, minuman manis, air mineral, dan jamu seduhan menjadi pilihan utama yang sering disiapkan. Tidak
hanya untuk mengisi perut, tetapi juga untuk menjaga mood tetap baik selama perjalanan yang panjang dan melelahkan hingga sampai tujuan bertemu dengan sanak keluarga.
Kemudian Orang Tua juga menyediakan Jamu seduhan sebagai sampingan selain dari makanan ringan untuk pemudik dewasa yang merasa pegal-pegal atau masuk angin. Karena komposisi dari jamu seduhan itu menggunakan jamu yang berkhasiat menolak masuk angin, jamu pegal linu, beras kencur, madu serta jeruk nipis. Cara pembuatannya juga
dapat langsung terlihat di lokasi booth yang telah tersedia.
Orang Tua juga menghimbau agar para pemudik dapat untuk dapat mencicipi jamu seduhan yang telah tersedia setelah berbuka puasa bagi yang menjalankan ibadah puasa. Aksi berbagi ini diterima dengan baik oleh para pemudik.