Petani Tebu di Lampura Target Hasil Panen 100 Ton/Hektare

Sugito menyebut dengan tanaman yang saat ini ia garap dalam masa satu kali panen mendapatkan keuntungan setidaknya Rp25 - 35juta/ Ha. Dengan masa tanam sembilan bulan saja.

Editor Nur, Penulis Fajar Nofitra
Jumat, 24 April 2026 17.59 WIB
Petani Tebu di Lampura Target Hasil Panen 100 Ton/Hektare
Ilustrasi perkebunan tebu.

Kotabumi (Lampost.co)— Masyarakat penerima manfaat bantuan perluasan/bongkar rootan (BR) tebu di Kabupaten Lampung Utara mendapatkan berkahnya. Salah satu petani asal Desa Negara Batin, Kecamatan Sungkai Utara. Tidak muluk – muluk, mereka menarget 100 ton setiap hektar lahan yang mereka tanam.

Selain masalah bibit dan upah bongkar tebu juga mendapatkan pembinaan intensif. Baik itu dari penyuluh pertanian maupun petugas pabrik gula (PG) Bunga Mayang yang nantinya ditunjuk membeli tebu hasil petani.

Sehingga masyarakat yang awalnya menanam tanaman asalan, atau tidak ada kepastian harga (sistem pasar) itu dapat kepastian. Seperti singkong yang harganya mengalami fluktuasi, mengikuti harga pasar.

Kini, sudah tidak lagi. Sebab, hasil mereka langsung dibeli oleh pemerintah melalui PG Bunga Mayang.”Kami bersyukur atas program bantuan dari Bapak Presiden-RI, Prabowo Subianto ini. Wabil khusus gubernur, bupati dan APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia),” ujar salah seorang petani setempat, Sugito yang memiliki lahan 5 Ha selama ini ia tanami Singkong itu, Jumat, 24 April 2026.

Sugito menyebut dengan tanaman yang saat ini ia garap dalam masa satu kali panen mendapatkan keuntungan setidaknya Rp25 – 35juta/ Ha. Dengan masa tanam sembilan bulan saja.

“Kalau biasa kita tanam singkong, itu kisaran 8-9 bulan dengan harga saat ini keluar hasil perawatan saja sudah syukur. Mulai dari bajak, pupuk sampai pembersihan. Apalagi disaat segala harga kebutuhan pokok naik saat ini,” timpal petani lainnya, Dandi Apriyanto.

Hasil Maksimal

Petani yang tergabung dalam koperasi (KPTR) pimpinan Bahri Yusuf itu menargetkan panen tahun ini dapat maksimal. Dengan rata – rata hasil kebunnya sebesar 100 ton/ Ha.

“Kalau tahap pertama ini mungkin kualitas belum seberapa baik. Tapi kami yakin kedepannya akan terus meningkat. Dengan bantuan bibit berkualitas yang  pemerintah berikan dalam program tersebut,” sebutnya.

Sehingga, dengan lahan 5 Ha ia miliki saat ini itu minal para petani yang menggelutinya mendapatkan hasil sebesar Rp150 juta hanya dalam tempo sembilan bulan. “Tidak sampai setahun lho ini. Kan menguntungkan, coba tanaman yang kemarin kita tanam,” keluhnya.

Bantuan Modal

Demikian juga dengan kendala permodalan. Bila di dalam perjalanannya mengalami kekurangan. Itu dapat modal, dengan jaminan dari koperasi.”Kita dikasih modal, seperti untuk upah pembersihan gulma, obat – obatan sampai lainnya. Kalau pupuk kan bisa dari kelompok tani. Jadi kira tidak perlu pusing – pusing lagi,” ungkapnya.

Disisi lain, Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Lampura, Ria Yuliza menambahkan dalam program perluasan/bongkar rotan itu menyasar 79 kelompok tani yang tersebar di Kabupaten Lampung Utara. Seperti Bunga Mayang, Sungkai Utara, Muara Sungkai, Kotabumi Utara, Abung Timur, Sungkai Jaya dan lainnya.

“Dengan luasan total itu 5.808 Ha. Tersebar di 23 Kecamatan di Kabupaten Lampung Utara,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI